Populasi Badak Kaltim Terancam

SY/H-2
08/12/2016 05:51
Populasi Badak Kaltim Terancam
(ANTARA/Sugeng Hendratno)

WWF Indonesia Program Kaltim mengajak seluruh pemangku kepentingan terlibat dalam pelestarian populasi badak yang ditemukan di Kal-tim, khususnya di Kabupaten Kutai Barat.

Keberadaan badak itu tidak sepenuhnya dalam kondisi aman.

"Semua temuan dari tanda-tanda, badak berada di areal hutan produksi. Di sana sudah terdapat konsensi HPH dan bahkan beberapa di antaranya juga sudah dialokasikan untuk penggunaan lain yang berpotensi menimbulkan konflik penggunaan lahan," kata Manajer Program Kaltim WWF Indonesia, Wiwin Efendy, kemarin.

Fakta lain, hasil survei WWF selama ini ialah konsentrasi populasi badak di Kutai Barat terpencar dengan populasi kecil dan terisolasi kegiatan penggunaan lahan.

"Kondisi ini tentu membutuhkan upaya khusus dalam melakukan konservasi. Terlebih upayanya melibatkan banyak pihak yang secara otoritas dan sosiologis berhubungan baik dengan habitat maupun badak," kata Wiwin.

Karena itu, WWF menilai perlu digelar workshop sosialisasi konservasi dan translokasi badak di Kaltim.

Sebagai persiapan, WWF bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Kaltim menyelenggarakan kegiatan dan pertemuan para pihak sebagai penunjang sosialisasi untuk meningkatkan peran serta dan komitmen para pihak.

Beberapa waktu lalu ada penemuan badak di wilayah Kutai Barat. Hal ini menjadi momentum penting bagi dunia konservasi badak, khususnya badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis).

"Sekaligus menjadi kabar gembira di tengah prediksi punahnya badak yang pernah ada di Kalimantan pada 1930-an dan dianggap punah pada 1970-an. Makanya kita akan gelar workshop agar semakin banyak masyarakat dan pemangku kepentingan tahu badak di Kaltim masih ada," pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya