PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengajak para mahasiswa untuk menjadi social entrepreneur, yakni wirausahawan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan pribadi, tetapi juga memperhatikan lingkungan sosialnya.
"Melalui kegiatan ini, juga lewat Danamon Social Entrepreneur Awards (DSEA), kami ingin menginspirasi generasi muda, khususnya mahasiswa, agar dalam berwirausaha jadi wirausaha berjiwa sosial," ujar Public Affair Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Zsa Zsa Yusharyahya, pada talkshow bertajuk Sociopreneurship dan Generasi Muda Indonesia di Universitas Indonesia, Depok, Jabar, Selasa (13/4).
Talkshow yang dipandu Kepala Divisi Pemberitaan Media Indonesia Abdul Kohar itu dihadiri juga narasumber lain yakni Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong, peraih DSEA 2010 Masril Koto, peraih DSEA 2014 Adinda Soraya Mutialarang, dan perwakilan Dewan Juri DSEA 2015 Ketut Alam Wangsa Wijaya.
Zsa Zsa menambahkan, melalui kegiatan itu, pihaknya mengajak generasi muda untuk memiliki pilihan-pilihan baru dalam berkarier, dimulai sejak masih kuliah.
Masril Koto yang sukses mengelola lembaga keuangan petani di Lampung berbagi kiat mengatasi masalah saat berwirausaha. "Masalah atau konflik ialah dinamika dalam berwirausaha. Kita mesti pandai mengelolanya dengan dialog dan keterbukaan," kata Masril.
Ia juga mengemukakan salah satu hal penting ialah keberanian memulai. "Berani memulai, dari apa yang ada di depan mata kita." Masril yang hanya bersekolah hingga kelas IV SD itu menekankan pentingnya kalangan terdidik terjun berwirausaha.
Adinda Soraya berbagi tips dalam menghadapi kompetitor saat berwirausaha dengan komunikasi yang baik. "Kita harus kuat mental dan melakukan pendekatan serta meyakinkan bahwa mereka bukan kompetitor dan kita ajak untuk maju bersama."
Usman Kansong menambahkan, pada dasarnya, konflik dan masalah diperlukan agar wirausaha tidak terlena di zona nyaman. Namun, kompetisi mesti sehat."Ciptakan kolaborasi dengan dialog."(Bay/H-3)