Nobel 2015 Milik Ekonom Antikemiskinan

AFP/Fox/X-8
13/10/2015 00:00
Nobel 2015 Milik Ekonom Antikemiskinan
()
EKONOM Angus Deaton, 69, mendapatkan Hadiah Nobel Bidang Ekonomi 2015 untuk studi ekonomi yang berfokus pada kesehatan, kesejahteraan, dan pembangunan.

Pengumuman penerima Hadiah Nobel Bidang Ekonomi 2015 dibacakan Sekretaris Tetap Royal Swedish Academy of Sciences, Goran K Hansson, kemarin.

Seperti pemenang Hadiah Nobel lainnya, Deaton menerima hadiah sebesar 8 juta krona Swedia, atau setara dengan US$976 ribu (sekitar Rp13,6 miliar).

"Untuk merancang kebijakan ekonomi yang mempromosikan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan, kita harus terlebih dahulu memahami pilihan konsumsi individu. Angus Deaton telah meningkatkan pemahaman itu Lebih dari orang lain," kata Komite Nobel 2015 di Stockholm, Swedia.

Dengan menghubungkan pilihan individu secara rinci dan hasil agregat, lanjut Hansson, seperti dilansir Guardian, penelitian Deaton telah membantu mengubah bidang ekonomi mikro, makro, dan ekonomi pembangunan.

Dalam bukunya, The Great Escape: Health, Wealth, and the Origins of Inequality, Deaton mengatakan analisis data ekonomi yang lebih rinci dapat menunjukkan ada banyak kelompok masyarakat yang tetap tertinggal meski sebagian besar orang di dunia telah memperoleh akses terhadap kesehatan dan kesejahteraan dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

Pandangan global itu tecermin dalam penelitian terbaru ekonom asal Skotlandia tersebut yang berfokus pada faktor-faktor penentu kesehatan di negara-negara kaya dan miskin, pengukuran kemiskinan di India dan di seluruh dunia.

Ukuran kemiskinan, tambah Hansson, sering didasarkan pada cuplikan survei dari tingkat pendapatan.

Namun, Deaton mengadopsi kelompok penduduk dan memeriksa ada-tidaknya perbaikan kesejahteraan yang mereka alami.

Deaton lahir di Edinburgh dan dididik di sekolah swasta di Fettes College, tempat mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair juga bersekolah.

Saat ini ia profesor ekonomi di Universitas Princeton, New Jersey, AS.

Saat menanggapi Hadiah Nobel yang diterimanya, Deaton mengatakan sebagian besar pesan yang tersirat dalam karyanya ialah optimisme.

"Pesan umum saya ialah pengukuran cenderung menunjukkan hal-hal menjadi lebih baik. Namun, ada banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan," kata Deaton seperti dikutip dari New York Times.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya