Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMILIKI kulit putih dan halus serta rambut yang lebat bagi setiap manusia pada usia senja di dunia kini bukanlah tidak mungkin.
Atas kontribusi dari perkembangan teknologi dan farmasi pada sektor kesehatan manusia, kini hal tersebut bisa terwujud.
Namun, bagaimana bagaimana dengan manusia yang sudah mati?
Sesosok mayat wanita Tiongkok yang dimumikan ribuan tahun yang lalu menjawab pertanyaan besar tersebut.
Adalah mumi dari Xin Zhui, seorang perempuan yang hidup pada masa Dinasti Han(202 SM-220) ketika ditemukan masih memiliki keawetan di beberapa organnya.
Perempuan yang juga dikenal dengan sebutan "The Lady Dai" mungkin dirinya kini sudah berusia 2.100 tahun, namun ia tetap memiliki kulit yang halus, serta rambut dan bulu mata yang lebat.
Selain itu, tubuh Zhui pun masih terpelihara dengan baik bahkan dapat membungkuk
Di dalam tubuhnya masih terkandung beberapa organ dalam.
Menurut ahli arkeologi forensik, Zhui meninggal dunia dikarenakan serangan jantung saat menginjak usia 50 tahun.
Para ahli juga menemukan Zhui menderita kelebihan berat badan dan dipercaya menderita tekanan darah yang tinggi, penyumbatan pembuluh darah, batu empedu, diabetes, dan memiliki kerusakan di organ jantungnya.
Lebih lanjut, para ahli mengatakan beberapa penyakit yang dideritanya sebelum meninggal berasal dari gaya hidupnya.
Sebuah temuan lainnya, makanan terakhir yang dimakan perempuan bergolongan darah A itu sebelum kematiannya adalah buah melon.
Xin Zhui ialah istri dari Li Cang, seorang bangsawan Tiongkok pada masa Dinasti Han.
Makamnya ditemukan pertama kali oleh para pekerja yang sedang mecari tempat penampungan serangan udara pada 1971 di sebuah bukit di provinsi Hunan, Tiongkok.
Ketika makamnya ditemukan, jasad Xin Zhui terbungkus oleh lebih dari 20 lapisan kain sutra dan ditempatkan di dalam empat peti yang dipenuhi oleh arang dan tersegel oleh tanah liat.
Lapisan-lapisan itu dimaksudkan agar peti mati menjadi kedap air sehingga bakteri tidak dapat masuk.
Makam yang berupa areal yang cukup luas tersebut juga terisi dengan 160 patung kayu berukiran yang merepresentasikan pelayannya.
Terdapat pula 18 potongan guci mewah, peralatan make up, peralatan mandi, dan 100 pakaiannya yang terbuat dari sutra.
Berdasarkan penemuan makam itu pun, para peneliti menyatakan Xin Zhui merupakan 'Diva mumi'.
Penemuan dan cara pengawetan mumi Xin Zhui, dapat menyiratkan masyarakat Tiongkok handal dalam pengawetan mayat, bahkan dapat melewati kemahiran bangsa Mesir.
Para pemerhati dan ahli dalam penelitian mumi menganggap mumi Xin Zhui merupakan mumi yang diawetkan paling baik dibanding dengan mumi lainnya yang pernah ditemukan.
Yang paling menarik ialah hingga saat ini para peneliti belum dapat menyimpulkan secara metodologis bagaimana mumi ini dapat terjaga keawetannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved