BEKERJA sama dengan Dompet Dhuafa, Kedutaan Besar Norwegia, dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), aktor Johannes Taslim, 34, ikut dalam penggalangan dana dalam acara Voice of Children. Dia mengaku sangat peduli dengan nasib anak-anak tidak mampu di Indonesia. "Saya sangat peduli karena saya juga punya anak. Saya bisa merasakan bagaimana jika di posisi mereka, pasti saya butuh pertolongan. Saya di sini terlibat untuk memberikan dukungan semaksimal mungkin," kata Joe di Jakarta, Rabu (7/10).
Hasil penggalangan dana dalam acara yang digagas istri duta besar Norwegia di Indonesia, Noor Sabah Nael Traavik, itu nantinya akan diperuntukkan anak-anak yang tidak mampu. Dia juga tidak lantas menuding pemerintah tidak peduli, justru dirinya merasa senang bisa membantu persoalan negeri ini. "Saya juga tidak bisa menghakimi pemerintah apa salahnya, tapi kita bisa mendukung kegiatan-kegiatan positif. Bukannya saya diplomatis, melainkan bagaimana caranya agar kita bisa membantu," kata dia. Meski demikian, dirinya berharap apa yang dilakukannya akan ditiru banyak orang karena tidak ada yang sulit melakukan kegiatan penggalangan dana seperti itu.
"Tidak ada kesulitan melakukan itu. Hanya, memang jarang sekali ada konser yang 100% untuk amal dan jarang juga ada orang-orang yang terlibat tidak dibayar. Tapi saya optimistis ke depan akan banyak lagi yang terlibat," tambah dia. Dia mengatakan pendapatan dari acara Voice of Children itu nantinya akan disumbangkan. Sebanyak 50% akan disumbangkan ke yayasan dan 50% sisanya akan digunakan untuk dokumentasi dan pembuatan akta kelahiran untuk 40 jutaan anak Indonesia. "Akta kan akarnya untuk mendapatkan jaminan kesehatan dan pendidikan," jelas aktor asal Palembang itu.
Kelas teknik audisi Baru-baru ini, Joe juga terlibat dalam penggarapan film Star Trek 3 arahan sutradara Justin Lin. Selama proses itu berlangsung, dirinya menyempatkan diri untuk mengambil kelas khusus untuk teknik audisi. "Sebelumnya, di Kanada dan di LA (Los Angeles) mengambil kelas khusus untuk teknik audisi di luar negeri seperti apa. Masih banyak yang harus saya perbaiki. Saya juga mengambil kelas teknik film selama dua bulan secara intensif dan untuk akting punya pendekatan tersendiri apa yang harus dilakukan," kata aktor yang gemar pencak silat, wushu, judo, taekwondo, dan shotokan itu.
Jika dibandingkan dengan perannya di Fast and Furious 6, Joe mengatakan Star Trek 3 lebih melelahkan, juga lebih seru. Sayangnya, Joe belum mau berbagi cerita mengenai peran yang diberikan kepadanya. Dia hanya mengungkapkan pendalaman karakter yang dilakukannya. "Bagi saya, tidak ada kata 'habis' dalam mendalami karakter peran. Bukan berarti sudah mumpuni dalam karakter satu bisa memerankan karakter yang lain. Kita perlu membangkitkan lagi hal itu karena tidak akan ada habisnya," papar Joe. Star Trek 3 yang dibintangi Chris Pine, Zachary Quinto, Zoe Saldana, Simon Pegg, Anton Yelchin, Karl Urban, dan John Cho akan memulai pengambilan gambar di Vancouver, Kanada. Proses syuting sekitar 3,5 bulan. Perilisan film dilakukan pada 8 Juli 2016.