Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IMUNISASI anak wajib diberikan pada bayi baru lahir hingga individu usia 18 tahun. Kementerian Kesehatan mewajibkan vaksinasi pada anak untuk melindungi buah hati pada masa tumbuh kembangnya dari penyakit-penyakit berbahaya.
Salah satu mitos yang paling banyak berkembang yakni imunisasi itu tidak penting dan hanya membuat bayi kesakitan karena demam. Orangtua diminta memahami bahwa demam pertanda bagus, hanya bersifat sementara, dan sangat menguntungkan si kecil dalam jangka panjang. Demikian dilansir dari laman Kemenkes, Sabtu (7/6).
Imunisasi yakni menyuntikkan virus yang telah dilemahkan ke tubuh bayi agar tubuh anak menyesuaikan dan membentuk antibodi alami untuk menyerang balik virus tersebut. Sehingga ketika si anak dewasa dan terpapar virus sejenis, tubuhnya telah memiliki sistem pertahanan yang memadai. Oleh karena itu, munculnya demam pascaimunisasi disebut pertanda bagus. Artinya, vaksin itu telah bekerja dengan baik.
Meninjau dari kapan imunisasi tersebut diberikan, imunisasi untuk bayi dibagi menjadi dua tahap yaitu:
Imunisasi Bayi Baru Lahir Tahap 1
Tahapan imunisasi ini dimulai pada saat anak berusia 0-6 bulan. Yang termasuk dalam tahapan imunisasi ini antara lain:
Bayi yang baru berusia 24 jam sudah bisa diberikan vaksin Hepatitis B. Penyakit satu ini berbahaya karena menyasar fungsi hati, dan hingga saat ini belum ditemukan pengobatan yang paling ampuh. Vaksin Hepatitis B terdiri dari 4 dosis. Setelah dosis vaksin pertama, akan dilanjutkan dengan jeda sebulan sehingga si Kecil akan disuntik lagi pada bulan ke-2, ke-4, dan terakhir ke-6.
Saat anak berusia sebulan, saatnya diberikan vaksin polio. Penyakit yang berpotensi menimbulkan kelumpuhan ini bisa diberikan vaksinnya baik melalui mulut (OPV) maupun suntikan (IPV)
Imunisasi BCG berfungsi untuk mencegah penyakit tuberkulosis supaya paru-paru anak tetap terjaga. Vaksin ini bisa diberikan saat usia anak 2-3 bulan.
DPT merupakan akronim dari difteri, pertusis, dan tetanus. Bisa diberikan pada bayi berusia 2-4 bulan dengan jeda pemberian 1 bulan.
Imunisasi Bayi Baru Lahir Tahap 2
Kategori ini adalah jenis-jenis vaksin yang biasa diberikan pada anak berusia 6-12 bulan. Yang termasuk dalam imunisasi tahapan ini adalah vaksin untuk penyakit-penyakit berikut:
PCV alias pneumokokus adalah gangguan paru-paru taraf sedang-berat yang sulit ditanggulangi jika sudah kena. Karenanya, vaksin ini sangat disarankan oleh para ahli medis.
Virus rota yang menyerang pencernaan ini bisa mengganggu tumbuh kembang anak Anda. Untuk mencegahnya, berikan dosis vaksin rotavirus begitu anak menginjak usia 6 atau 8 bulan. Biasanya, dosis vaksin ini diberikan dua kali.
Khusus virus yang satu ini biasanya sepaket (campak, gondongan, rubella) dan menggunakan vaksin MMR. Diberikan pada usia 9 bulan, ditambah dosis tambahan nanti saat bayi sudah menginjak usia 18 bulan. (H-4)
Jangan panik jika jadwal vaksin anak terlewat. Dokter spesialis anak jelaskan prosedur catch-up immunization atau imunisasi kejar untuk lindungi buah hati.
Dinas Kesehatan Aceh menyatakan kekhawatiran mendalam atas fenomena "zero dose" atau anak yang sama sekali belum tersentuh vaksinasi ini.
Campak bukan sekadar ruam biasa. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia hingga ensefalitis. Simak gejala dan pencegahannya.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat soroti lonjakan kasus campak di Indonesia. Ia menekankan pentingnya imunisasi lengkap untuk mencegah risiko penyakit menular.
Dinkes Berau ingatkan pentingnya imunisasi dasar lengkap untuk cegah penyakit berbahaya dan lindungi anak sejak dini.
Di Indonesia, jadwal imunisasi anak saat ini mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan serta panduan terbaru dari IDAI yang diperbarui pada 2024.
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Dokter spesialis anak dr. Kanya Ayu Sp.A menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan untuk mencegah pneumonia dan melindungi kelompok rentan.
WHO merekomendasikan transisi dari vaksin influenza quadrivalent ke trivalent karena hilangnya virus B/Yamagata. Simak penjelasan medis dan dampaknya.
Campak dikenal sebagai penyakit virus yang sangat mudah menular melalui udara.
Pneumonia bakterial sekunder terjadi karena infeksi bakteri saat atau setelah terkena campak.
Kemenkes tetapkan vaksin meningitis dan polio sebagai syarat wajib haji 2026. Simak aturan waktu pemberian dan tips kesehatan dari ahli di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved