Martha Tilaar Kerja Sama dengan Kemenkes Kembangkan Jamu

Ind/H-2
15/11/2016 05:15
Martha Tilaar Kerja Sama dengan Kemenkes Kembangkan Jamu
(ANTARA/Yudhi Mahatma)

JAMU sebagai salah satu warisan budaya Indonesia memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai alternatif demi meningkatkan kesehatan masyarakat.

Karena itu, salah satu unit bisnis Martha Tilaar Group, PT Martina Berto, yang telah dikenal dalam produk herbal, menjalin kerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan.

Direktur Utama Martha Tilaar Group, Martha Tilaar, mengatakan ruang lingkup kesepakatan tersebut meliputi penelitian, pengembangan kesehatan, saintifikasi jamu, diseminasi, dan publikasi.

Dalam pelaksanaan itu, PT Martina Berto diwakili Kampoeng Djamoe Organik dan Klinik Djamoe Martha Tilaar.

"Kerja sama konkret yang sudah dan akan diteruskan ialah pelaksanaan saintifikasi jamu, yaitu penelitian berbasis layanan dan pendaftaran jamu. Segera nanti akan diwujudkan, yaitu pelatihan dokter dan apoteker saintifikasi jamu," ujar Martha pada acara penandatanganan nota kesepahaman di Ruang Griya Wanita PT Martina Berto, kemarin.

Hadir pula Direktur PT Martina Berto Bryan Tilaar dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan Siswanto.

Siswanto menambahkan kerja sama dengan pihak Industri diharapkan dapat mendorong penghiliran dari hasil inovasi terkait dengan pengembangan tanaman obat dan jamu.

"Penghiliran ialah dengan pelatihan dokter dan apoteker saintifikasi jamu, sedangkan di hulu kita sudah mempunyai program untuk studi riset tumbuhan obat dan jamu," imbuh dia.

Selain Kemenkes, Martha Tilaar Group telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dan institusi, antara lain dengan membuka program magister herbal pada 2010 di bawah program pascasarjana Fakultas Farmasi Universitas Indonesia dan kerja sama di bidang akademik dengan Universitas Leiden di Belanda dalam bidang ethnobotany and medical anthropology.

Dalam bidang industri, PT Martina Berto menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada, Univeristas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Mulawarman untuk produk herbal hasil penelitian bersama.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya