49 Pegiat Budaya Indonesia Belajar Lagi Ke Selandia Baru

Irana Shalindra
11/11/2016 15:46
49 Pegiat Budaya Indonesia Belajar Lagi Ke Selandia Baru
(Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid---Dok.MI/Immanuel Antonius)

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan berharap The New Zealand Arts and Culture Professional Programme yang akan diikuti 49 pegiat budaya Indonesia dapat membuka jaringan baru yang memungkinkan terciptanya kolaborasi jangka panjang antara kedua bangsa.

"Peserta program akan menjadi duta-duta bangsa Indonesia, baik di bidang seni-budaya maupun permuseuman-galeri dan penelitian ilmiah," kata Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dalam sambutan tertulisnya dalam forum praorientasi program, di Jakarta, Jumat (11/11).

Praorientasi selama 10-12 November tersebut untuk memberi pembekalan kepada para aktivis seni dan budaya yang akan mengikuti program selama kurang lebih tiga pekan di beberapa kota di Selandia Baru.

Pemilihan Selandia Baru sebagai pusat kegiatan selama 13 November-4 Desember nanti menurutnya tidak terlepas dari kesuksesan negara tersebut melestarikan budaya mereka.

"Selandia Baru merupakan salah satu negara dengan praktik terbaik dalam hal integrasi budaya dengan kehidupan modern, bahkan dalam struktur kebudayaan," urai Hilmar.

Selain peluang kerja sama, ia berharap program yang sepenuhnya diongkosi APBN itu dapat menjadikan para pegiat budaya sebagai agen perubahan bagi lingkungan dan masyarakat asal masing-masing.

Sebanyak 49 pegiat budaya yang mengikuti pendidikan dan pelatihan di Selandia Baru itu terbagi atas sejumlah genre, yaitu tari, musik, film, teater, seni visual, museum dan galeri, serta sejarah. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Surakarta, Sumatra Barat, maupun Papua.

Salah satu peserta program, Kepala Museum Ullen Sentalu, Daniel Haryono, mengatakan ketertarikannya pada 'Negara Kiwi' tidak terlepas dari kelanggengan budaya suku Maori --suku asli di Selandia Baru-- hingga era modern ini dan keharmonisannya dalam kehidupan masyarakat.

"Walau di ujung dunia, mereka juga punya orang-orang kreatif, studio film dengan karya luar biasa seperti 'Avatar' dan 'Lord of The Ring', yang sukses memadukannya dengan keindahan alam Selandia Baru," ucapnya merujuk ke studio Weta Digital di pinggiran Wellington, ibu kota Selandia Baru. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya