Ekosistem TIK Dihidupkan

MI
10/11/2016 09:43
Ekosistem TIK Dihidupkan
()

PEMANFAATAN teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sekolah yang utama dan harus menjadi perhatian pemerintah ialah ekosistem pendukung yang belum memadai seperti kemampuan guru dan keterbatasan akses internet.

Hasil penelitian Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) menunjukkan lebih dari 50% kepala sekolah dan guru tidak menggunakan internet.

Hal tersebut tentu menjadi kendala dalam pembelajaran TIK di sekolah. Padahal, pemerintah telah mengadopsi kerangka kompetensi TIK ke dalam Permendikbud No 16/2007 tentang Kompetensi Guru. Disebutkan, murid belajar dan beradaptasi dengan TIK secara bertahap, sama seperti literasi atau keaksaraan.

Untuk mengatasi kendala terebut, Plt Kepala Perbukuan dan Kurikulum Kemendikbud Nizam mengatakan akan terlebih dahulu membangun ekosistemnya, bukan sekadar membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan TIK.

Lebih dari itu, pihaknya memberikan penyadaran bahwa pada akhirnya nanti siswa harus mampu memanfaatkan TIK untuk menjawab masalah kehidupan sehari-hari.

"Meski secara eksplisit tidak ada lagi mata pelajaran TIK, kita bangun ekosistemnya supaya tercipta pembelajaran TIK dan TIK untuk pembelajaran," ujar Nizam dalam diskusi bertajuk Manfaat TIK untuk Belajar dan Mengajar, di Jakarta, kemarin (Rabu, 9/11).

Hal senada diungkapkan pakar TIK Onno W Purbo. Menurutnya, penting menjalin kerja sama pemerintah dengan swasta dalam membangun jaringan internet agar benar-benar menjangkau seluruh wilayah Tanah Air.

"Banyak sekolah di perdesaan kesulitan mengakses internet untuk menunjang proses pembelajaran. Jangan heran kalau sinyal banyaknya di kota. Swasta orientasinya mencari keuntungan, kalau di desa mana ada duitnya," cetus Onno.

Kepala Pusat TIK Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud Ari Santoso menambahkan tantangan Indonesia ke depan bukan lagi hanya soal infrastruktur, melainkan juga dorongan generasi keempat untuk menciptakan sumber daya manusia yang lebih kreatif dengan TIK.

"Di samping kita benahi infrastruktur, tuntutan ini tidak bisa kita abaikan. Pola pikir seperti ini yang sedang diarahkan Kemendikbud. Pemerintah lintas kementerian/lembaga bekerja sama mewujudkan hal itu," terangnya. (Mut/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya