Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
GENERASI muda merupakan komponen penting yang sangat diandalkan untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan mempertahankan kedaulatan bangsa.
Peran kaum muda juga diperlukan untuk regenerasi melanjutkan cita-cita bangsa ini yang telah diperjuangkan para pahlawan terdahulu.
"Namun, berbeda dengan zaman kemerdekaan, melanjutkan cita-cita para pehlawan saat ini bukan berjuang mengangkat senjata. Bagaimana bisa membangun negara ini pun dianggap sebagai pahlawan," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Purwakarta Rasmita NS di Purwakarta, Jawa Barat, kemarin.
Menurut dia, pemuda diharapkan mampu jadi pahlawan berikutnya yakni sebagai pelaku pembangunan dan inisiator pembangunan.
Hal itu sesuai dengan semangat pahlawan yang telah mempersatukan bangsa Indonesia.
"Sekarang ini kita bukan lagi merebut kemerdekaan dari kaum penjajah, melainkan harus mengisinya agar negara ini berkembang lebih maju. Itu harus dilakukan generasi muda," tutur Rasmita.
Rasmita menegaskan apa yang dilakukan para pahlawan terdahulu untuk merebut kemerdekaan dengan titik darah penghabisan mesti diwujudkan dalam semangat membangun oleh pemuda.
Mantan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Purwakarta itu mengatakan dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan pun bisa berbeda-beda.
Pemuda yang memiliki kemampuan olahraga bisa menjadi olahragawan yang baik dan profesional.
Pemuda yang punya kemampuan bertani bisa menjadi petani yang baik serta mampu menghasilkan pertanian yang produktif.
"Pemuda harus mempersiapkan diri, memacu diri untuk membangun negara ini agar mampu bersaing dengan negara-negara lain," ungkap Rasmita.
Ia pun menilai peran pemuda akan kemajuan bangsa sekarang ini sudah membaik.
Misalnya, terlihat dalam prestasi sejumlah pemuda pada kompetisi antarnegara.
"Dengan pemuda menjadi pemenang atau hanya berpartisipasi, itu sudah menunjukkan ada peranan mengisi perjuangan para pahlawan," ujar Rasmita.
Di sisi lain, tokoh pemuda Purwakarta yang juga mantan pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Acep Maman mengajak anak muda untuk melakukan sesuatu yang inovatif dan tidak berbuat sesuatu yang tidak disukai masyarakat.
Senada dengan itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengingatkan kalangan anak muda untuk menghargai jasa-jasa pahlawan yang sudah rela menghibahkan jiwa dan raga dengan semangat nasionalisme.
"Anak muda perlu membangun jiwa nasionalisme. Ini penting agar kaum muda bisa jadi garda terdepan dalam mempertahankan bangsa dan negara ini," kata Dedi di sela penyerahan Anugerah Budaya Purwakarta 2016 kepada keluarga komponis legendaris Indonesia serta pahlawan nasional Ismail Marzuki.
Ubah konsep
Akademisi Endang Suryana Priyatna sangat menyayangkan generasi muda saat ini yang tidak banyak mengenal pahlawan Indonesia.
Karena itu, pemerintah perlu merombak konsep pengenalan sejarah agar menjadi lebih menarik.
"Anak-anak lebih banyak tahu superhero dari Amerika, contohnya Kapten Amerika," kata akademisi dari Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi itu.
Ia mengatakan pahlawan yang dikenal bukan lagi orang yang membawa alat perang tradisional seperti bambu runcing, melainkan lebih kepada orang-orang yang jadi tokoh pahlawan di film Barat yang membawa peralatan canggih.
Konsep pahlawan perlu diterjemahkan dalam konteks populer karena anak muda sekarang lebih dekat dengan konsep populer.
Hal itu penting agar pahlawan tersebut mudah dikenal dan masyarakat mampu mencintai bangsa melalui strategi tersebut.
"Jika di zaman sekarang ini konsep kepahlawanan tidak dibentuk menjadi konsep pahlawan yang menarik, akan sulit dikenali generasi-generasi baru," ucap Endang.
Karena itulah, ia menyarankan dalam era ekonomi kreatif atau industri kreatif saat ini, pemerintah seharusnya dapat menjadikan budaya yang dimiliki Indonesia menjadi konsep karakter pahlawan yang dikemas secara menarik, seperti di negara-negara lain yang menyusun strategi industri kreatif mereka dengan menonjolkan budaya kepahlawanan.
Misalnya, Tiongkok dengan konsep pendekar Samurai-x serta Amerika Serikat dengan konsep Kapten Amerika.
Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himikom) Universitas Islam 45 Bekasi, Aru Lego Triyono, meminta pemerintah daerah atau pusat tidak hanya memperingati Hari Pahlawan dengan seremonial, tetapi juga harus cepat tanggap sesuai dengan kondisi saat ini, seperti kenyamanan, ketertiban, dan kepedulian.
"Jika pahlawan selama ini lebih banyak diartikan sebagai seorang yang membela negara pada zaman dulu, dengan perjuangan fisik, maka membantu sesama pun sudah termasuk dalam kepahlawanan," ucapnya. (Ant/S-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved