KNS X Bahas Budaya Bahari

MI
04/11/2016 09:54
KNS X Bahas Budaya Bahari
()

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) akan menyelenggarakan Konferensi Nasional Sejarah (KNS) X di Jakarta, 7-10 November 2016. Pada KNS tahun ini, pembahasan difokuskan pada budaya kebaharian dan kebhinekaan bangsa dalam perspektif sejarah.

"Pada KNS I sampai IX kita telah bergelut dengan teori, metodologi, dan filsafat sejarah. Artinya, pada KNS I-IX itu kita berupaya bagaimana agar sejarah ini menjadi mediator untuk menemukan identitas kita sebagai bangsa. Di KNS X ini kita mencoba membuat kajian sejarah yang lebih menginjak ke hal riil, yaitu terkait dengan upaya pemerintah yang mau memfokuskan pembangunan nasional ke pembangunan kemaritiman," ujar Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilman Farid dalam konferensi pers jelang KNS X di Jakarta, kemarin.

Hilman menambahkan, tema KNS X ialah Budaya Bahari dan Dinamika Kehidupan Bangsa dalam Perspektif Sejarah. Menurutnya, KNS X juga akan menjadi bagian dari upaya membangun budaya bahari di kalangan generasi muda dalam rangka memperkokoh dan menyejehterakan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Selain itu, akan ada satu sesi khusus untuk bidang pendidikan dan pengajaran di sekolah. Diupayakan, nantinya di setiap jenjang pendidikan nilai-nilai sejarah tidak hanya ada di mata pelajaran sejarah saja, tapi juga di pelajaran lain. Diharapkan, hal itu dapat memperkuat dan mengintegrasikan pembangunan karakter bangsa melalui pendidikan," lanjut Hilman.

KNS X akan dibuka Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada 7 November 2016. Konferensi itu akan diikuti 315 peserta yang terdiri dari sejarahwan, komunitas sejarah, dosen, guru, mahasiswa, dan peminat sejarah dari seluruh Indonesia.

Pada kesempatan sama, Ketua Umum MSI Mukhlis Paeni menambahkan, konferensi itu akan dibahas seperti apa dinamika masyarakat bahari di Tanah Air.

"Apakah masih berdenyut atau tidak pada masa sekarang. Istilahnya, jangan sampai sudah ada sejumlah kapal yang dibangun akan tetapi tidak ada yang bisa melayarkannya," tutur Mukhlis.(*/Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya