Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
ARAH kebijakan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) pada 2017 akan fokus pada politeknik. Itu diharapkan mampu menghilangkan stereotip politeknik sebagai perguruan tinggi kelas dua.
Hal tersebut ditegaskan Menteri Ristek Dikti M Nasir saat kunjungan kerjanya ke Politeknik Manufaktur (Polman) Negeri Bandung, Jawa Barat, kemarin. Berbagai upaya pun dilakukan, seperti menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri serta mendorong pencapaian akreditasi A.
Kualitas laboratorium, infrastruktur, dan sumber daya manusia yang ada di poltek khususnya dosen juga akan ditingkatkan. Para dosen diikutkan berbagai pelatihan, baik itu di dalam maupun luar negeri untuk mendapatkan sertifikat ahli di bidang masing-masing.
"Negara bisa maju karena politeknik. Negara mana pun di dunia. Saya ingin menjadikan politeknik garis depan dalam perekonomian Indonesia," cetus Nasir.
Di antara negara-negara ASEAN, perbandingan tenaga kerja kompetitif Indonesia berada di urutan belakang setelah Singapura dan Malaysia. Pun, dalam hal pendapatan (gaji) dan produktivitas, tenaga kerja Indonesia masih rendah.
Hal itu mengindikasikan ada masalah pada kesiapan tenaga kerja dalam negeri. Fakta lain, menurut Nasir, jumlah mahasiswa vokasi Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia masih rendah sehingga perlu revitalisasi pendidikan vokasi.
"Bagaimana mau mencetak tenaga kerja yang baik kalau dari kurang lebih 4.300 perguruan tinggi kita saja politekniknya cuma sedikit dan peminatnya juga sedikit?" ujarnya.
Data BPS per Agustus 2014 menyebutkan 9,3% penganggur di Indonesia ialah alumnus perguruan tinggi, termasuk di antaranya lulusan bergelar sarjana. Guna mengatasi persoalan tersebut, pemerintah menargetkan semua lulusan politeknik harus memiliki sertifikat.
Revitalisasi
Ditegaskan Nasir, hal itu merupakan bagian dari upaya revitalisasi pendidikan vokasi khususnya yang akan dilakukan pemerintah terhadap 12 politeknik. Selain di bidang manufaktur, ada politeknik pangan, gas, pertanian, perkapalan, dan kemaritiman yang ada di beberapa daerah.
"Anggaran yang digelontorkan guna revitalisasi pendidikan vokasi sendiri sekitar Rp200 miliar dan akan terus bertambah pada 2017 nanti," ucapnya meyakinkan.
Anggaran tersebut, tambahnya, akan digunakan bergantung pada kebutuhan setiap politeknik negeri. Mulai kebutuhan sarana-prasarana laboratorium, infrastruktur, peningkatan kualitas dosen, sampai perbaikan kurikulum, semuanya akan direvitalisasi. "Untuk proses pembelajarannya, juga harus kita ubah modelnya. Seperti di Polman Bandung inilah yang sesuai menurut saya," kata dia.
Pihaknya juga tengah mengupayakan politeknik ikut dalam seleksi bersama masuk perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Nasir sudah mengumpulkan para rektor dan direktur guna membahas rencana itu.
Akan tetapi, pengamat pendidikan Doni Koesoema melihat upaya tersebut sebagai sesuatu yang sulit. Pasalnya politeknik memiliki jurusan yang berbeda dengan SBMPTN umum baik keterampilan dan pengetahuannya.(H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved