Obesitas Ganggu Pertumbuhan Anak

01/11/2016 09:00
Obesitas Ganggu Pertumbuhan Anak
(Ilustrasi)

OBESITAS atau kelebihan berat badan berdampak buruk terhadap tumbuh kembang anak, terutama dalam aspek organik dan psikososial.

Obesitas pada anak sangat berisiko menjadi obesitas saat dewasa.

Hari Obesitas Sedunia diperingati setiap 11 Oktober.

Pada 2016, perayaan itu mengangkat tema Calling for urgent government action to end childhood obesity yang mendorong pemerintah mengambil tindakan segera untuk memenuhi komitmen menghentikan kenaikan prevalensi obesitas pada 2025.

Di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, sebanyak 18,8% anak usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan dan 10,8% mengalami obesitas.

Kondisi ini memprihatinkan karena obesitas pada anak juga berisiko menyebabkan berbagai penyakit di masa dewasa.

Meski obesitas yang diderita anak ini mirip dengan orang dewasa, menurut dr Rita Ramayulis, DCN M Kes, Tim Komite Ahli Pengendalian Obesitas Tingkat Nasional, pengukuran obesitas pada anak harus mempertimbangkan usia karena anak masih dalam masa pertumbuhan.

"Akan tetapi, orangtua perlu melakukan 3M (move, model, dan meet) sebagai pendekatan pada anak dalam membatasi asupan makanannya," kata Rita saat media briefing Hari Obesitas Sedunia di Ditjen P2PL, Jakarta, kemarin.

Dr Michael Triangto, SpKO menganjurkan pemberian keterampilan dasar olahraga sejak dini kepada anak untuk mencegah obesitas.

Akan tetapi, olahraga dianjurkan tidak sampai berlebihan.

"Aktivitas fisik untuk menurunkan berat badan tidak harus berat."

Dr Rita Ramayulis, DCN M Kes menganjurkan orangtua untuk mengenalkan sayuran kepada anak sejak dini agar mereka terbiasa menyukai dan memakan sayuran sampai dewasa nanti. (*/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya