Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya di Desa Sumongkat, terdapat hutan yang masih asri. Hutan itu menghasilkan madu Sumbawa yang bernama Madu Lestari yang cocok dijadikan buah tangan.
Berawal dari kepedulian Muhammad Yamin atas kehidupan warga Desa Sumongkat yang memprihatinkan. Bapak tiga anak itu pun bertekad menyejahterakan warga sekitar.
Sejak 1996, Yamin mendirikan kelompok Madu Lestari. Di kelompok itulah Yamin mengajarkan bagaimana cara berburu madu yang baik. Namun, ada saja ujian yang dia rasakan, seperti mendapat penolakan dan cemoohan warga sekitar, belum lagi kesulitan permodalan dan pemasaran madu.
Hingga akhirnya, tepatnya pada 2006, usaha hasil rintisan Yamin mulai berkembang pesat dan sudah menjadi binaan PT PLN Kabupaten Sumbawa. Usaha yang telah beranggotakan 562 orang itu pun sudah berdampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Saat ini, Kelompok Madu Lestari menjual beberapa produk lain seperti madu jenis instan, jahe instan, minyak sumbawa, juga susu kuda liar. Hebatnya lagi, permintaan saat ini tidak hanya ada dari Pulau Sumbawa, tapi juga dari pulau lain di Tanah Air.
Tidak hanya itu, Kelompok Madu Lestari juga membentuk kelompok pemburu madu hutan. Di sini, para wisatawan bisa ikut berburu hingga ke sarang lebah liar. Para wisatawan dapat melihat proses pemotongan sarang madu, pengolahan, sampai pengemasan yang dijadikan oleh-oleh khas.
Hal tersebut sangat berpengaruh pada perekonomian penduduk Sumongkat yang rata-rata merupakan petani madu. Seperti yang dirasakan Burhanudin, salah satu petani di Sumongkat.
"Sejak Madu Lestari ini ada, alhamdullilah perekonomian keluarga saya agak meningkat. Jadi kita mengharapkan Madu Lestari ini semakin berkembang pesat. Saya berkata demikian agar perekonomian keluarga dari yang bawah menjadi yang atas, atau ada perkembangan ekonominya," kata Burhanudin.
Keinginan pegawai negeri sipil asal Sumbawa itu perlahan mulai tercapai. Para warga mulai merasakan dampak dari sumber daya alam yang ada di desa mereka sendiri. Desa mereka mulai dikenal dan perekonomian keluarga pun semakin meningkat.
"Ketika saya pertama kali masuk di sana sebagai pegawai negeri di bagian penerangan, saya lihat kondisi warga sangat memprihatikan. Banyak yang sudah tidak bisa sarapan. Sementara hasil madu di sana melimpah sekali, tetapi tidak dimanfaatkan, paling-paling hanya ketika kegiatan adat, atau mereka membutuhkan sedikit pengganti gula, baru madu dipakai," pungkasnya. (M-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved