Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
INDIKASI keterlibatan staf khusus (stafsus) menteri di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) pada beberapa kasus pemilihan rektor di sejumlah perguruan tinggi negeri akan ditindaklanjuti Ombudsman RI dengan memanggil pihak terduga untuk dimintai keterangan.
"Iya, bertahap dan kami sedang lakukan itu. Makanya kami periksa atau minta klarifikasi secara bertahap," ujar anggota Ombudsman RI, Laode Ida, yang mengaku sudah mengantongi nama stafsus yang terduga. Bahkan, Ombudsman juga berencana memanggil dua rektor yang diduga mengetahui permainan stafsus tersebut.
Untuk itu, Laode mengungkapkan saat ini pihaknya sedang mencari bukti-bukti tambahan guna memperkuat dugaan tersebut. Dari beberapa laporan yang diterima Ombudsman, secara indikatif mengarah pada kemungkinan ada stafsus yang terlibat.
Dua rektor yang dimaksud ialah Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) dan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO). Keduanya akan diperiksa berdasarkan hasil laporan dan temuan terkait dengan masing-masing.
Ada dua persoalan utama yang kemudian memaksa Rektor Unima harus memenuhi panggilan Ombudsman pada Selasa (1/11) mendatang. Pertama, soal kepemilikan ijazah doktor palsu yang didapatkannya dari broker Prancis di Indonesia dan kedua masalah transaksi jual-beli suara.
Pemanggilan Rektor UHO Usman Rianse didasari pelanggaran administrasi keanggotaan senat. Beberapa staf perguruan tinggi seperti kepala kerohanian yang mestinya tidak berhak menjadi anggota senat dimasukkan keanggotaan. "Jadi ada mobilisasi anggota senat untuk mengegolkan salah satu calon."Selain itu, Ombudsman juga menerima laporan terkait dengan dugaan penyalahgunaan keuangan kampus untuk membiayai pembuatan film pribadi keliling Eropa hingga mencapai nominal sebesar Rp5 miliar.
Arahan Menteri
Saat dimintai konfirmasi, Usman Rianse menyatakan akan menunggu arahan Menristek Dikti dalam menyikapi masalah itu. "Soal informasi yang ramai tentang UHO saya serahkan kepada para pihak berkepentingan dan berwenang. UHO secara internal sangat kondusif," ujarnya, kemarin.
Dijelaskan, pemilihan Rektor UHO diikuti 10 kandidat, yang mengerucut menjadi tiga orang, yaitu La Rianda, wakil rektor bidang akademik (12 suara), Buyung Sarita dari nonstruktural (32 suara), dan Muhmmad Zamrun F, Dekan FMIPA (63 suara). Kekisruhan pemilihan rektor di UHO, menurut Usman, muncul karena calon yang memperoleh suara terkecil protes. "Saya yakin kebenaran akan menang. Allah tidak mungkin salah atau mempertukarkan kewenangan-Nya hanya karena manuver.
"Soal pelibatan KPK dalam pemilihan rektor, Irjen Kemenristek Dikti Jamal Wiwoho menyatakan setuju dan mengapreasi hal itu. "Bisa saja melibatkan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan KPK," ujar Jamal singkat.(Bay/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved