Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DISIPLIN, tidak mudah menyerah, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Itulah yang menggambarkan sosok Sri Astuti. Di usianya yang menginjak 63 tahun, ibu empat orang anak itu tetap aktif menjalankan bisnis bawang goreng serta berbagai produk olahan makanan ringan yang terkenal di Kota Palu.
Pada 2000, Sri mencoba berjualan bawang goreng. Kala itu modalnya masih kecil dan hanya mendapatkan omzet yang kecil juga. Berdasarkan keyakinan, secara perlahan usaha bawang gorengnya kian maju. Ia pun memberanikan diri mencari modal lain.
"Saya kok merasa yakin, kalau bisnis bawang goreng ini maju dan berkembang, bisa dijadikan ikon oleh-oleh dari Sulawesi Tengah, khususnya dari Kota Palu," kenang Sri Astuti.
Berkat kerja kerasnya selama puluhan tahun, kini dalam satu hari tak kurang dari 400 kilogram bawang goreng produksi Sri Astuti habis di pasaran. Bawang goreng olahan Sri Astuti tidak menggunakan bahan pengawet sehingga produk olahan bawang gorengnya begitu digemari wisatawan.
Pemesanan bawang goreng dari luar kota pun terus berdatangan. Bahkan hingga ke beberapa negara. Dalam menjalankan usahanya, Sri Astuti mendapatkan pasokan dari petani bawang di lembah Kota Palu.
Dalam menggeluti bisnisnya, Sri Astuti tak hanya memikirkan keuntungan dan dirinya semata. Tak lupa ia mengajak dan memberdayakan masyarakat sekitar, khususnya ibu-ibu yang menganggur untuk bekerja di tokonya.
Hal itu dilakukan Sri Astuti untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar demi mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Tak hanya para ibu, di tokonya Sri Astuti juga memberdayakan para mahasiswa yang ingin bekerja paruh waktu.
"Ibu itu orangnya sangat memperhatikan orang. Ibu juga lebih memperhatikan orang yang belum ada pekerjaan tetap untuk bekerja di tempatnya. Yang saya rasakan pun luar biasa, yang dulunya belum punya rumah, sekarang sudah ada dan itu semua berkat Ibu Sri," tutur Retvin, salah satu pekerja di toko Sri Rejeki.
Bisnis bawang goreng milik Sri Astuti pun kini sudah berkembang sangat pesat. Omzetnya sudah mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan. Selain dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerahnya, dari usahanya Sri mampu menyekolahkan keempat anaknya hingga kuliah.
Ketekunan, kedisiplinan, dan kejujuran, serta selalu ingat berbagi kepada sesama merupakan kunci kesuksesan Sri Astuti berwirausaha. Ia menyadari, tanpa orang-orang di sekitarnya, bisnis yang dijalankannya itu tidak akan bisa sampai seperti sekarang ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved