Pemasaran Produk Hutan Sosial Digenjot

Indriyani Astuti
28/10/2016 11:48
Pemasaran Produk Hutan Sosial Digenjot
(Produk madu hutan hasil olahan masyarakat Danau Sentarum, Kapuas Hulu. -- ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

DIREKTORAT Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) tengah mengupayakan pemasaran bagi produk-produk hasil kehutanan sosial.

Menurut Sekjen Kementerian LHK Bambang Hendroyono masyarakat sudah mampu mengelola hutan sosial, karena itu pemerintah harus mendorong agar hasil produk tersebut dapat dipasarkan.

"Mereka telah mampu menghasilkan maka harus disosialisasikan produknya agar dijamin pasca panennya. Kita ingin sekecil apapun produk mereka harus bisa dijual," ujarnya ketika meluncurkan Perhutanan Sosial Nusantara (Pesona) Mart di Gedung Manggala, Kementerian LHK, Jakarta, Jumat (28/10).

Dia didampingi oleh Direktur Jenderal PSKL Hadi Daryanto dan Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehuatanan Rasio Rido Sani.

Bambang mengatakan sudah ada lebih dari 80 produk yang dipasarkan mulai dari kopi, gaharu, minyak kayu putih, hingga madu. Sebelumnya, imbuh dia, produk hasil hutan kemasyarakatan sudah lebih dulu dipasarkan. Kini menyusul produk dari kehutanan sosial.

Dirjen PSKL Hadi Daryanto menambahkan, berbagai produk tersebut tidak hanya dapat dibeli di toko di Kementerian LHK, tapi dapat dipesan secara daring melalui situs elektronik niaga. "Kita sudah punya e-katalog untuk penjual dan pembeli," imbuh dia.

Direktorat Jenderal PSKL berencana memperluas jangkauan pasar ke seuruh wilayah Indonesia dengan mendirikan toko serupa di setiap provinsi yang didirikan di balai PSKL Kementerian LHK. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya