Edukasi Kanker Payudara di Mal

27/10/2016 06:05
Edukasi Kanker Payudara di Mal
(Ilustrasi)

LIMA perempuan paruh baya berlenggak-lenggok layaknya model dalam peragaan fesyen busana.

Mereka melayangkan senyum kepada hadirin yang menyaksikan peragaan busana itu dengan antusias.

Sebelumnya para wanita itu juga dengan luwes membawakan Tari Tor Tor Tandok yang berasal dari Tapanuli, Sumatra Utara.

Mereka bukanlah 'model' dan 'penari' biasa.

Mereka para penyintas kanker payudara dari organisasi Cancer Informantion Support Center yang turut berpartisipasi dalam Pink Ribbon Campaign, kampanye peduli kanker payudara yang diselenggarakan di Mal Ciputra, Jakarta, Rabu (26/10).

Acara itu bertepatan dengan peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia setiap 26 Oktober.

Public Relation Mal Ciputra Jakarta Rida Kusrida mengatakan Pink Ribbon Campaign merupakan kegiatan yang dilakukan untuk membantu meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan kanker payudara.

"Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri kaum perempuan khususnya para penyintas kanker bahwa mereka tetap bisa produktif," ujarnya.

Menurutnya, mengedukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan kanker payudara dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Kampanye itu menampilkan peragaan fesyen dan tarian juga diisi kegiatan bersifat informatif seperti talk show soal penanggulangan dan deteksi dini kanker payudara.


Deteksi dini

Pada sesi talk show, dokter Vanessa Hutasoit dari Yayasan Kanker Indonesia Cabang DKI Jakarta menyampaikan masih banyak perempuan takut untuk memeriksakan diri.

Padahal, deteksi dini sangat disarankan.

"Untuk wanita berusia di atas 35 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan mamografi pada 7-10 hari setelah masa haid, dilakukan dua atau tiga tahun sekali. Untuk wanita lebih muda disarankan USG payudara jika ada keluhan seperti ditemukan benjolan pada area payudara," kata dia.

Vanessa menambahkan pemeriksaan secara sederhana juga dapat dilakukan sendiri atau dikenal dengan sadari (periksa payudara sendiri).

"Caranya dengan meraba dan menekan daerah payudara dan cermati seluruh bagian payudara hingga ketiak. Hal ini dapat dilakukan di depan cermin," terang Vanessa.

Menurutnya, pada pasien kanker yang terdeteksi lebih awal, harapan hidupnya lebih tinggi daripada yang sudah masuk stadium lanjut.

"Pada stadium awal, angka harapan hidupnya bisa sampai 98%, sedangkan yang sudah masuk stadium empat hanya 24%," terangnya. (Ind/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya