Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Nila F Moeloek meng-ungkapkan pihaknya masih akan mengkaji vaksin dengue milik Sanofi Pasteur terkait dengan kemungkinan perluasan penggunaannya oleh pemerintah di daerah endemik demam berdarah (DB) di Indonesia.
"Vaksin dengue sudah ditemukan Sanofi. Kalau kami (Kementerian Kesehatan) akan memakai, tentu harus hitung-hitung biaya yang sepertinya besar," kata Nila di sela kunjungan ke Puskesmas Banguntapan II, Bantul, Yogyakarta, Rabu (26/10).
Nila mengaku belum bisa berkomentar banyak soal vaksin dengue, termasuk kemungkinan pemerintah memproduksi sendiri vaksin tersebut.
"Saya belum bisa jawab," kata Nila saat ditanya kemungkinan Indonesia swaproduksi vaksin dengue.
Menkes mengatakan pihaknya sudah mendengar bahwa ada efek samping vaksin dengue.
Saat diberikan kepada anak-anak, vaksin akan menimbulkan demam.
Pihaknya bersama lintas sektor akan terus memonitor penggunaan vaksin itu.
Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) telah memberikan izin peredaran vaksin dengue di Indonesia.
Badan POM menyetujui vaksin dengue untuk digunakan pada individu berusia 9 tahun sampai 16 tahun guna pencegahan penyakit dengue yang disebabkan keempat serotipe virus dengue.
General Manager Sanofi Pasteur Joko Murdianto mengatakan pemberian vaksin dengue dapat mencegah infeksi dan kasus rawat inap.
"Pemberian vaksin lebih efisien dan menghemat anggaran kesehatan. Biaya pengobatan bisa ditekan," ujar dia di Jakarta, Selasa (25/10).
Joko menjelaskan vaksin dengue keluaran Sanofi sudah dipasarkan di rumah-rumah sakit swasta di Indonesia.
"Di samping itu, Sanofi telah mendapatkan izin pemasaran untuk vaksin ini di 12 negara," ujarnya.
Indonesia sebagai salah satu negara endemik dengue dinilai membutuhkan vaksin tersebut sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu.
Tercatat, pada 2015 jumlah kasus DB mencapai lebih dari 129 ribu kasus dengan 1.071 di antaranya berakhir dengan kematian.
Pare bunuh jentik
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil membuktikan efektivitas buah dan biji pare dalam membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti penular DB.
"Buah dan biji pare mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid yang cukup tinggi.
Senyawa itu mampu membunuh jentik nyamuk," ungkap mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang terlibat dalam penelitian itu, Diyah Tri Utami, di Kampus UGM, kemarin.
Ia mengatakan senyawa tersebut bisa merusak saraf dan sistem pernapasan yang bisa mengakibatkan kematian pada hewan-hewan kecil seperti jentik nyamuk.
Ia menuturkan selama ini pemberantasan jentik nyamuk dilakukan menggunakan larvasida abate.
"Langkah itu efektif, tetapi penggunaan abate secara terus-menerus dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti menyebabkan resistensi, pencemaran lingkungan, serta persoalan kesehatan masyarakat karena efek karsinogenik dari abate," terang Diyah. (Ant/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved