Data Kemenko PMK, Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia Membaik

Indriyani Astuti
25/10/2016 08:30
Data Kemenko PMK, Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia Membaik
(MI/Panca Syurkani)

DUA tahun Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menunjukkan sedikit peningkatan di bidang pembangunan manusia. Berdasarkan data Kementerian Koordinator dan Kebudayaan (Kemenko PMK), kualitas hidup masyarakat Indonesia membaik.

Kualitas hidup merupakan salah satu fokus pemerintah dalam program prioritas di bidang pembangunan manusia dan bidang kebudayaan, selain peningkatan kapasitas manusia.

Menko PMK Puan Maharani menyampaikan kualitas hidup manusia Indonesia meningkat. Hal itu tampak dari meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM).

"Angka kemiskinan yang semula 11,2% pada 2015, tahun ini turun menjadi 10,8% atau 500.900 warga. Diupayakan dapat mencapai 9%-10% pada 2019 mendatang," jelasnya saat memimpin paparan hasil capaian kinerja dua tahun Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla di Gedung Bina Graha, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, kemarin.

Acara itu dihadiri delapan menteri Kabinet Kerja yang dibawahkan Kemenko PMK, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menteri Kesehatan Nila F Moelek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Desa dan PDT Eko Putro Sandjojo, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise.

Selain itu, indeks gini yang mencerminkan ketimpangan pendapatan telah mencapai 0,39% dari target 0,36% di akhir pemerintahan. Sementara itu, tingkat pengangguran berkurang dari 6,18% jadi 5,5%. Angka tersebut hampir mencapai target pada 2019, yakni 5,2%. "Indeks kelayakan hidup dari 68,8 naik menjadi 69,5%," imbuh Puan.

Puan menuturkan pertumbuhan IPM dapat didorong dengan program pendidikan yang mencerdaskan serta peningkatan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat, Puan mengatakan penyerapan capaian program perlindungan sosial berupa jaminan kesehatan sudah mencapai 37% atau mengover sekitar 92,4 juta jiwa penduduk.

Mensos Khofifah mengatakan pemerintah terus mendo-rong upaya penanggulangan kemiskinan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar 6 juta keluarga kelompok usaha bersama (kube) PKH.

Percepatan
Upaya percepatan pembangunan manusia, tambah Puan, telah menyentuh berbagai bidang, di antaranya kesehatan. Indeks kesehatan masyarakat naik dari 77,30 ke 78,12.

Menkes Nila yang turut hadir pada kesempatan itu mengatakan, dengan adanya jaminan layanan kesehatan, warga miskin tidak perlu mengeluarkan biaya. "Itu mengurangi kebutuhan dasar mereka," ucap Nila.

Selain itu, dalam mewujudkan Indonesia sehat, angka kematian ibu, bayi, dan balita turun pada tahun kedua Pemerintahan Jokowi-JK. Pada 2012, angka itu mencapai 37,2% dan pada 2015 turun menjadi 29,6%.

Di bidang pendidikan, Mendikbud menyatakan akses dan infrastruktur pendidikan meningkat dengan adanya distribusi kartu Indonesia pintar sebanyak 19,3 juta siswa melalui Kemendikbud dan 1,4 juta siswa melalui Kemenag.

Menristek dan Dikti M Nasir menambahkan pemerintah tengah mengupayakan peningkatan kapabilitas masyarakat lewat pendidikan vokasi untuk menghasilkan tenaga siap kerja. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya