Srikandi di Angkasa

Fario Untung Tanu
22/10/2016 03:25
Srikandi di Angkasa
(MI/Sumaryanto)

PILOT merupakan profesi yang sangat identik dengan laki-laki.

Namun, Esther Gayatri Saleh membuktikan diri pilot bukan hanya pekerjaan kaum Adam.

Esther yang sudah masuk di dunia penerbangan sejak 1984 ini bukanlah seorang pilot sembarangan.

Dirinya merupakan pilot uji yang pertama kali menerbangkan pesawat-pesawat yang dibuat PT Dirgantara Indonesia.

Sebagai seorang pilot uji, Esther terlibat secara langsung dalam rancang bangun pesawat.

Namun, seperti banyak orang mengira, awalnya Esther yang seorang perempuan pun mendapatkan kesulitan saat masuk di dunia yang didominasi kaum laki-laki ini.

Namun, berkat kerja keras dan keinginan yang kuat, Esther berhasil masuk dan kini sudah memiliki 6.700 jam terbang selama hampir 32 tahun perjalanan kariernya.

Hebatnya lagi, saat ini Esther merupakan satu-satunya pilot uji perempuan yang ada di Indonesia.

"Ibu Esther memang sebagai seorang profesional tes pilot di dunia penerbangan dan sekarang merupakan satu-satunya pilot perempuan yang memiliki sertifikat untuk menerbangkan pesawat-pesawat baru setelah keluar dari produksi," ujar Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia, Arie Wibowo.

Menurut Arie, pilot uji bukanlah pekerjaan.

Dia harus memiliki dedikasi khusus dan kecintaan yang besar pada dunia penerbangan.

Ia juga menyebut seorang Eshter memiliki jiwa kerja yang baik dan disiplin dalam melakukan segala hal.

"Beliu memiliki etos kerja yang sangat baik dan tentunya disiplin serta tingkat keamanan dalam melakukan segala hal begitu tinggi," sambung Arie.

Esther yang saat ini sedang menjadi penerus untuk pilot uji telah mengetes 17 pesawat jenis turbo pro dan jet.

Dirinya pun bertekad untuk terus terbang dan menguji pesawat-pesawat yang baru saja diproduksi dan keluar dari pabrikan.

(M-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya