Perbaikan Sekolah Rusak Harus Keroyokan

20/10/2016 04:01
Perbaikan Sekolah Rusak Harus Keroyokan
(ANTARA)

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan pembangunan sekolah harus dibangun secara keroyokan, dilakukan bersama-sama oleh lintas kementerian dan pemerintah daerah.

"Sekarang ini, ada sekolah dalam kondisi baik dan ada juga sekolah yang bangunannya rusak. Baik itu rusak total, sedang, dan ringan," ujar Mendikbud di Jakarta, Rabu (19/10).

Sekolah-sekolah yang bangunannya masih baik juga ada yang belum memenuhi standar pelayanan minimum.

Mendikbud menjelaskan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, realokasi dana yang ada fokus pada revitalisasi dan rehabilitasi sekolah yang mengalami masalah tersebut.

"Terutama fokus pada sekolah rusak fatal," jelas dia.

Mendikbud menjelaskan anggaran pendidikan di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp420 triliun.

Namun hanya sekitar Rp39,8 triliun yang diperuntukkan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Sementara, sekitar 65% turun ke daerah. Nah, di situ untuk pembangunan fisik. Kemendikbud sendiri hanya melakukan pembangunan fisik yang sangat terbatas dan darurat."

Oleh karena itu, sambung Mendikbud, pembangunan sekolah rusak harus dilakukan secara bersama dengan pemerintah daerah.

"Kami juga minta kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk turut melakukan pembangunan sekolah juga," imbuh dia.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR Sofyan Tan mengatakan Indonesia sedang 'panen' sekolah rusak.

Terutama sekolah dasar inpres yang dibangun masif pada beberapa dekade lalu.

Sofyan mengatakan harus ada langkah strategis yang dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Apalagi, jumlah sekolah rusak lebih dari 40.000 yang mencakup sekitar 1,17 juta ruang kelas.

Kemendikbud sendiri menargetkan akan merehabilitasi 42.000 ruang kelas, merenovasi 305 sekolah, dan membangun 221 unit sekolah baru pada 2017 mendatang.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Dinas Pendidikan Kota Tangerang segera memindahkan para pelajar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 15, Kota Tangerang, Banten ke sekolah lain.

emindahan dilakukan agar para siswa tidak lagi waswas selama belajar, karena gedung sekolah mereka nyaris roboh. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya