Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
YAKOBUS Binur atau yang akrab disapa Thomi ialah bapak dari enam anak.
Sehari-hari, lelaki berusia 38 tahun itu bekerja sebagai nelayan tradisional di kawasan Napan Yaur, Papua.
Di kampungnya, ia dikenal sebagai sosok bersahaja, jujur, kooperatif, peduli lingkungan, dan konsisten dalam prinsip.
Padahal, dulu Thomi pernah bercita-cita menjadi salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mewakili wilayahnya.
Tujuannya mulia, menjadi penghubung masyarakat dengan pemerintah.
Sayangnya, cita-cita itu kandas saat ia putus sekolah ketika SMP.
Namun, hal itu tidak memupuskan keinginannya sebagai penggerak masyarakat.
Ia menyampaikan pesan-pesan iman kekristenan kepada jemaat Napan Yaur dan menjadi ketua jemaat di sana.
Tugas itu membawanya melihat sesuatu yang nyata.
Seperti di 1993, Thomi memulai perkenalan awal dengan dunia penyelaman.
Kegiatan itu membuatnya menyadari keseimbangan alam sangat ditentukan manusia.
Thomi pun makin aktif dan tercatat sebagai 20 kader konservasi.
Ia memiliki ide-ide cemerlang, termasuk mendesak rekan dan warga sekitar memperbaiki kondisi Napan Yaur layaknya dulu.
Ia pun mengusulkan survei sumber daya alam dan adanya peraturan kampung.
Bagi sebagian warga di Napan Yaur, ide Thomi melampui batas.
Namun, itu tidak membatasinya.
Pada 2013, ia mengikuti pembinaan pertama sebagai kader konservasi Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC).
Kegiatan itu membuatnya mengenali konsep perlindungan kawasan taman nasional dan terlibat dalam rencana kerja tahunan.
Ia sekaligus melihat dirinya bertransformasi menjadi motivator masyarakat.
Thomi pun turut terjun langsung menjaga kekayaan laut Teluk Cenderawasih.
Dalam lima bulan terakhir, ia juga terlibat dalam kegiatan WWF-Indonesia, termasuk sejumlah pelatihan dan mempelajari tata cara monitoring gurano bintang--sebutan lokal untuk hiu paus dan perikanan bagan di perairan Napan Yaur.
Kini ia menggunakan perahu motor katinting, yakni mesin motor yang digunakan untuk menjalankan perahu, untuk menyusuri bagan-bagan ikan puri--sejenis ikan teri--di kawasan Napan Yaur dan memonitor bagan-bagan sekitar.
"Dapat apa hari ini? Melihat gurano bintang atau tidak?" tanyanya.
Sejumlah penjaga bagan menjawab telah memperoleh ikan merah dan ikan bobara.
Sayangnya, ia tak melihat kehadiran gurano bintang. Si raksasa tak muncul karena ikan puri tak ada.
Selain survei gurano bintang, Thomi membantu pemerintah dengan memeriksa izin operasi kapal-kapal yang ditemuinya beroperasi di pelabuhan dekat bagan.
"Ini sangat perlu untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan," ujarnya.
Keuntungan warga
Perhatian Thomi lainnya ialah keuntungan besar yang diperoleh pemilik bagan tak merefleksikan keuntungan yang diperoleh warga setempat.
Ia melihat perlunya kerangka kerja kuat antara warga lokal dan pihak luar.
Saat ini, ia menjembatani warga Napan Yaur dalam kerja sama dengan salah satu perusahaan perikanan yang memperhatikan pemberdayaan masyarakat lokal.
Seiring dengan waktu, bagan-bagan mulai masuk ke zona pemanfaatan tradisional TNTC.
Kehadiran bagan itu membuat para nelayan lokal mulai kesulitan mencari ikan karena para pengusaha tersebut telah mendapatkan izin dari ketua kampung.
"Selama ini, kami telah berjuang untuk mengawasi kawasan ini walaupun hasilnya masih belum optimal. Para penjarah ikan menggunakan kapal dengan kemampuan mesin lebih baik, sedangkan banyak nelayan di sini masih menggunakan perahu dayung," ujarnya.
Thomi yang berperan sebagai koordinator sukarelawan kampung itu juga mendapatkan pembinaan dari WWF.
Sang kader konservasi itu merasa miris melihat laju eksploitasi terhadap sumber daya alam yang semakin tidak terkendali.
Bila hal itu didiamkan, akan mengganggu mata pencaharian penduduk di kawasan TNTC.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved