Gaung Three Ends Mulai Menggema di Halmahera Barat

Puput Mutiara/H-1
15/10/2016 05:13
Gaung Three Ends Mulai Menggema di Halmahera Barat
(ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

BERBEDA dengan hari-hari biasa, tepi Pantai Jailolo Halmahera Barat pada pagi hari sejak Kamis (13/10) dipenuhi antusiasme masyarakat Halmahera Barat.

Mereka kompak menari dan bernyanyi lagu Three Ends demi menyambut acara Jelajah Three Ends.

Dengan inisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu sedikitnya dihadiri 3.500 peserta.

Acara itu pun telah menghabiskan dana tidak kurang dari Rp10 miliar.

Tampak seorang gadis kecil tak henti-hentinya mengentakkan kaki, kemudian mengepalkan tangan sembari berucap, "Setop kekerasan pada perempuan. Setop kekerasan pada anak."

Gerakannya seakan menyiratkan keresahan.

Benar saja, pelajar kelas 5 SD itu mengaku kerap mendapatkan perlakuan kasar dari orangtuanya.

Tidak jarang, anak kedua dari empat bersaudara itu juga dipukul sang ayah, terutama ketika sedang dalam keadaan emosi.

"Aku enggak nakal, tapi papa memang suka pukul kalau emosi. Aku bilang sama papa, papa jangan pukul-pukul saya karena nanti kalau saya sakit papa juga susah," ucapnya diiringi guratan rasa takut dan kesedihan.

Dengan penuh tekad, ia ingin sepulangnya nanti ke rumah bisa menyampaikan kepada ayah dan ibu pesan-pesan yang terkandung dalam lirik lagu Three Ends.

Ia pun ingin mengajarkan lagu dan tarian tersebut kepada kakak dan dua adiknya.

Bukan hanya PJ, pelajar lain, MB, 15, juga mengaku akrab dengan aksi pukul yang acap kali dilakukan sang ayah kepada ibu ataupun adik-adiknya.

"Kalau papa sedang marah dan suka pukul, saya lari. Tidak bicara apa-apa," celetuknya.

Di balik langkah ketakutannya itu, MB mengakui hatinya sedih dan kecewa atas perlakuan sang ayah yang seharusnya jadi sosok kebanggaan.

"Saya memilih diam karena takut menambah emosi ayah," ujarnya

Dalam menghadapi persoalan itu, pemerintah tak lantas berdiam. Kepala Bidang Publikasi dan Media KPPPA Suhaeni mengatakan KPPPA akan terus mengajak pemda dan masyarakat untuk menggaungkan Three Ends.

"Three Ends itu akhiri kekerasan terhadap perempuan, pada anak, dan akhiri kesenjangan ekonomi bagi perempuan. Ini harus ditanamkan sejak dini supaya mendarah daging dan tidak ada lagi kekerasan," cetusnya.

Jelajah Three Ends, jelas Heni, merupakan bagian penting dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak dari kekerasan tersebut.

Selain di Jailolo, kegiatan juga akan dilakukan di Bangka Belitung dan Bandung pada November mendatang berkat komitmen kuat dari tiap-tiap pemda.

Penyelamatan generasi masa depan serta perlindungan perempuan agar bisa mendapatkan hak, diakui Heni, tidak cukup dilakukan atas inisiatif pemerintah pusat.

Semua pihak harus dilibatkan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya