Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 58% remaja yang mengalami kehamilan tidak diinginkan (KTD) berupaya menggugurkan kandungan. "Tingkat remaja yang hamil dan melakukan upaya aborsi cukup tinggi mencapai 58%. Ini angka yang mengkhawatirkan," ujar Peneliti Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Sri Purwatiningsih, dalam acara bertajuk Policy Corner, di Kampus UGM, Yogyakarta, kemarin (Rabu, 12/10).
Sri menegaskan, persoalan itu harus menjadi perhatian bersama. Terlebih, para remaja putri yang mengalami KTD kerap kesulitan saat mengakses layanan kesehatan karena mereka belum memiliki surat nikah.
"Belum lagi, harus menghadapi respons kurang baik dari petugas kesehatan. Kehamilan pada remaja memiliki efek beruntun. Banyak remaja karena hamil di luar nikah mengalami stres, juga kekurangan zat besi. Ini tentu berdampak terhadap kondisi bayi yang dilahirkan, misalnya berat badan bayi kurang," kata Sri.
Direktur Ketahanan Remaja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Siti Fatonah mengatakan, berdasarkan Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia 2012, 8,3% remaja laki-laki dan 1% remaja perempuan sudah berhubungan seksual sebelum menikah.
Karena itu, BKKBN gencar melakukan program pengembangan pusat informasi dan konseling bagi remaja, baik melalui jalur pendidikan maupun masyarakat. Juga mengembangkan jejaring dengan mitra yang bisa menjadi rujukan, terutama bila terjadi KTD.
Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Eni Gustina mengatakan penyebab remaja putri terjerumus masalah KTD umumnya karena kurang mendapat perhatian dari orangtua. Di sisi lain, tidak jarang remaja juga merasa lebih nyaman mengungkapkan permasalahannya pada teman daripada ke orangtua.
Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan puskesmas mengirimkan petugas ke sekolah guna memberikan konseling sekaligus mengajarkan pada anak menjadi seorang konselor yang baik bagi teman.(Mut/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved