Tayangan Konten Lokal Perlu Ditambah

MI
13/10/2016 09:46
Tayangan Konten Lokal Perlu Ditambah
()

KONTEN pemberitaan di media massa yang mengangkat aspek lokal atau daerah dipandang masih minim. Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bidang Pengawasan Isi Siaran Dewi Setyarini mengatakan sebenarnya Undang-Undang 32/2002 tentang Penyiaran pada dasarnya sudah mengatur keharusan media massa, khususnya televisi dalam menyiarkan konten lokal, yakni sebanyak 10% (2,4 jam). Hanya, sambungnya, konten lokal tidak ditampilkan secara tersendiri, tapi sekadar atribut

"Sehingga belum menampilkan kekayaan lokal," ujar Dewi dalam diskusi bertajuk Tantangan dan Peluang Konten Lokal di TV dan Radio di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, kemarin (Rabu, 12/10).

Lebih lanjut, Dewi menuturkan, program tayangan televisi nasional saat ini terlihat Jakarta sentris atau didominasi program yang menanyangkan Ibu Kota. Kendati sudah ada program-program yang mengangkat daerah seperti pariwisata, tetapi tetap belum menyentuh aspek sosial budaya daerah tersebut.

"KPI baru saja melakukan indeks kualitas seperti berita, program, yang mendekati lokalitas penilaiannya mendekati 4 atau maksimal. Tapi titik celah masih banyak, tayangan yang menampilkan konten lokal bentuknya feature atau sebuah tayangan yang menayangkan perjalanan wisata, tetapi aspek sosial budaya daerahnya belum ditonjolkan," imbuhnya.

Hal yang sama diutarakan Pengajar Komunikasi Universitas Katolik Atma Jaya Embu Henriquez. Menurutnya, walaupun banyak TV sudah menampilkan konten lokal, tetapi ditayangkan bukan di primetime.

"Justru ditampilkan di waktu yang jarang ditonton masyarakat karena media massa lebih mengejar rating."

Sejumlah media mengaku tidak sulit menampilkan konten lokal daerah karena sudah ada jejaring kontributor wilayah. Persoalannya ialah konten lokal belum optimal memberi pemasukan bagi kantor pusat. "Karena tidak mungkin membuat biro banyak tapi pendapatannya diambil dari kantor pusat," ujar Manager News CNN Revolusi Riza.

Pesoalan lain ialah konten lokal harus bersaing dengan pusat yang biasanya lebih seksi. "Pengembangan konten lokal sangat berkaitan dengan kapasitas jurnalis di daerah," tukas perwakilan Radio KBR Citra Dyah Prastuti.(Ind/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya