Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS resistensi antibiotik di Indonesia saat ini sudah menjadi masalah nasional. Banyak dokter, industri peternakan, dan perikanan memberikan antibiotik tidak sesuai aturan. Kepala Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Eniya Listiani Dewi, mengatakan resistensi antibiotik menyebabkan penyakit yang disebabkan bakteri resisten sukar disembuhkan.
"Sekarang ini orang sakit flu diberi antibiotik. Sedikit-sedikit obatnya antibiotik. Di industri peternakan dan perikanan juga demikian. Antibiotik diberikan kepada hewan ternak dan ikan-ikan. Itu jorjoran memberikan dosis antibiotiknya," ungkap Eniya di sela acara penandatanganan kerja sama BPPT dengan University of Helsinki, Finlandia, di Jakarta, Selasa (11/10).
Selama ini belum ada peraturan antibiotik dosis aman untuk peternakan dan perikanan. "Belum ada aturannya sehingga yang terjadi jorjoran sehingga ada pencemaran antibiotik dan gen mikroba yang resisten terhadap antibiotik." BPPT akan melakukan pemetaan pencemaran antibiotik pada daerah aliran sungai yang melewati usaha peternakan, instalasi rumah sakit, dan usaha budi daya perikanan. "Kami bekerja sama dengan Finlandia melalui dukungan dana dari Academy of Finland. Kerja sama ini selama lima tahun untuk menemukan obat antibiotik baru melawan bakteri yang resisten," ujar Eniya.
Anggaran yang disediakan sebesar 470 ribu euro untuk periode 2017. Penggunaannya pada lingkup riset mulai dari pengambilan sampel air dari lingkungan yang diduga kuat telah tercemar antibiotik. "Kemudian melakukan isolasi DNA dan mengukur konsentrasi antibiotik, menganalisis kandungan DNA, dan pengodean gen yang resisten terhadap antibiotik," terangnya.
Tidak mempan
Pada kesempatan itu, Prof Marko Vista dari Universitas Helsinki menjelaskan bahwa pencemaran antibiotik sangat membahayakan kesehatan karena membuat kuman penyakit tidak lagi mempan dibasmi dengan antibiotik. Pengobatan menjadi lama dan tidak efisien.
"Bakteri yang resisten terhadap antibiotik menyebabkan kerusakan dan infeksi umum pada anak-anak dan orang dewasa. Sebelumnya pasien bisa sembuh dengan antibiotik tertentu, sekarang obat itu tidak manjur lagi karena resisten," jelasnya. Kementerian Kesehatan menyebutkan bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, dan Escherichia coli resisten terhadap antibiotik di rumah sakit.
Tarwadi, perekayasa dari Pusat Teknologi Farmasi dan Medika BPPT menambahkan, untuk pemetaan wilayah, pihaknya akan memetakan cemaran antibiotik di bantaran Sungai Cisadane (Tangerang) dan Code (Yogyakarta). Proyek itu bekerja sama dengan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. "Nantinya, ujung dari proyek ini untuk memperoleh obat baru jenis yang lebih canggih dari yang sekarang ini," kata Tarwadi. (Nda/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved