Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENULIS kenamaan Rusia, Aleksandr Solzhenitsyn, memenangi penghargaan Nobel untuk kesusastraan.
Dilahirkan pada 1918 di Uni Soviet, Solzhenitsyn merupakan penulis ulung sekaligus pengkritik penindasan internal Soviet.
Ia pernah ditangkap pada 1945 karena mengkritik rezim Stalin, lalu dijatuhi hukuman penjara dan kerja paksa selama 8 tahun.
Ketika dibebaskan pada 1953, ia segera dikirim ke pengasingan internal, yakni di Asiatik Rusia.
Setelah kematian Stalin, Solzhenitsyn dibebaskan dari pengasingan dan mulai menulis secara serius.
Publikasinya yang pertama, One Day in the Life of Ivan Denisovich (1963), muncul di saat rezim Kruschev memiliki atmosfer represif yang redup.
Buku itu dibaca secara luas baik oleh masyarakat Rusia maupun Barat, dan kritik tajamnya terhadap penindasan Stalinis memberikan pemahaman dramatis terhadap sistem Soviet.
Namun pada akhirnya, pejabat Soviet mengawasi Solzhenitsyn dan seniman Rusia lainnya secara ketat, dan selanjutnya karya-karya itu harus dirahasiakan untuk bisa dipublikasikan.
Karya-karya tadi termasuk Cancer Ward (1968) dan tiga volume masif dari The Gulag Archipelago, 1918-1956 (1973-1978).
Pemerintahan Soviet lebih jauh mendemonstrasikan ketidaksukaan mereka terhadap tulisan-tulisan Solzhenitsyn dengan mencegahnya untuk menghadiri Penghargaan Nobel untuk dirinya pada 1970.
Pada 1974, ia diusir dari Uni Soviet dengan alasan pengkhianatan dan pindah ke AS.
Kendati dianggap sebagai simbol perlawanan antikomunis, Solzhenitsyn juga sangat kritis terhadap pelbagai aspek kemasyarakatan AS, terutama dengan apa yang ia sebut sebagai materialisme tanpa henti. (History | BBC | Dokumentasi MI)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved