MEA, SDM Berkualitas Mutlak Diperlukan

MI
07/10/2016 09:25
MEA, SDM Berkualitas Mutlak Diperlukan
(Rektor Universitas Pancasila Wahono Sumaryono mewisuda mahasiswa saat memperingati Dies Natalis ke-50 Universitas Pancasila---MI/Bary Fathahilah)

KEMAJUAN teknologi membuat berbagai hal lebih terkoneksi, tidak hanya akses komunikasi, tetapi juga akses untuk mendapat pekerjaan favorit, terlebih di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang memungkinkan tenaga kerja suatu negara bisa bekerja di negara tetangga di lingkup ASEAN.

Bagi negara yang memiliki kualitas sumber daya manusia (SDM) rendah, hal itu bisa menjadi ancaman karena dipastikan SDM dalam negeri bakal sulit bersaing dengan SDM dari negara lain yang lebih baik.

"Indonesia di usianya yang sudah 71 tahun masih saja berada pada status under developed country. Masih banyak yang harus dikerjakan untuk memajukan berbagai hal," ungkap Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila, Siswono Yudo Husodo, pada acara wisuda perguruan tinggi tersebut, di Sentul International Convention Centre, Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Siswono mengatakan hingga saat ini Indonesia masih dibelenggu kebodohan dan kemiskinan. Keduanya merupakan hal yang harus dituntaskan melalui pendidikan berkualitas.

"Karena bangsa yang miskin pasti juga menjadi bangsa yang bodoh dan sebaliknya. Untuk itu, menghasilkan kalangan muda yang berpendidikan dan berdaya saing tidak bisa ditawar-tawar lagi," kata Siswono.

Sebelumnya, Rektor Universitas Pancasila, Wahono Sumaryono, mengatakan di era MEA setiap institusi pendidikan harus menghasilkan lulusan berkualitas yang siap kerja.

"Untuk mencapai hal tersebut, peningkatan kualitas seluruh unsur universitas sangat penting dilakukan secara bersamaan. Perbaikan kualitas tenaga pengajar serta fasilitas pendukung riset menjadi salah satu upaya mencapai hal tersebut," ujarnya.

Wahono menjelaskan, sebagai universitas yang telah berdiri selama 50 tahun, UP telah melewati berbagai era dan perkembangan di bidang pendidikan. "Dalam jangka waktu sampai 2034 mendatang target kami ialah menjadi <>entrepreneurial university," ujarnya.

Tahun ini, sebanyak 1.711 mahasiswa Universitas Pancasila siap menjalani wisuda. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak sejak universitas itu berdiri. Wisudawan itu termasuk 9 orang mahasiwa jenjang doktoral yang dua di antaranya berhasil lulus dengan status cumlaude.

"Semoga berbagai prestasi dan kemajuan dapat terus tercapai seiring bertambahnya usia kampus," kata Wahono. (Pro/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya