Buku Digital Disukai Anak-Anak

Syarief Oebaidillah
07/10/2016 09:20
Buku Digital Disukai Anak-Anak
(www.pesonaedu.com)

BUKU digital dinilai mampu membantu siswa belajar karena kontennya menarik dan interaktif. Lembaga pendidikan Muhammadiyah, Katolik, dan Kristen berencana menggunakan buku digital sebagai salah satu sarana belajar mengajar di sekolah binaan mereka.

Pengurus Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah Gunawan Suryoputro mengatakan dari sisi pembelajaran, buku digital bersifat interaktif, menyenangkan, menarik, inovatif, dan kreatif. Daya tariknya lebih kuat karena mengandung muatan visual.

"Para pelajar kita akan terbantu dengan buku digital ini. Mereka dapat lebih memahami materi belajar sebab tertarik dengan kontennya yang kreatif," kata Gunawan di Jakarta, pekan lalu.

Karena itu, pihaknya yang mewakili Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah telah menandatangani kerja sama penggunaan buku digital yang digagas Pesona Edu bersama Majelis Pendidikan Kristen dan Majelis Pendidikan Katolik.

Menurut Gunawan, pihaknya akan menindaklanjuti kerja sama tersebut dengan penggunaan buku digital di 6.000 sekolah Muhammadiyah.

Menurut Ketua Majelis Pendidikan Kristen, David T Tjandra, di era digital saat ini, jika cara belajar mengajar tidak menyesuaikan dengan tantangan zaman, kita akan tertinggal dengan negara lain.

Perusahaan penyedia software pendidikan, Pesona Edu, melalui Ira Anindita selaku Chief Marketing Pesona Edu, mengatakan dunia pendidikan sedang berevolusi ke arah digital. Dengan adanya tablet, anak-anak dapat belajar di mana pun dan kapan pun serta mendapatkan informasi dari berbagai sumber di internet.

"Pesona Edu meluncurkan aplikasi buku digital interaktif. Aplikasi ini dilengkapi dengan teknologi buku digital generasi ke-4 untuk guru dan siswa yang menyesuaikan dengan eranya Gen Z, yaitu generasi era digital.

"Founder Pesona Edu, Bambang Juwono dan Hary S Chandra, menambahkan buku digital interaktif Pesona Edu sudah diuji coba di Batam, Pangkal Pinang, dan Jakarta. Hasilnya cukup baik karena anak-anak lebih tertarik untuk belajar. Meski demikian, saat ini buku digital interaktif hanya melengkapi buku konvensional. "Nantinya bisa saja seluruhnya menggunakan buku digital," ujar Bambang.(Bay/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya