Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dalam dua tahun terakhir telah terjadi anomali cuaca di Indonesia.
Pada 2015, terjadi anomali curah hujan yang berdampak pada kemarau panjang serta diikuti munculnya kasus kebakaran hutan di berbagai wilayah sebagai dampak el Nino.
Sebaliknya, pada 2016, diperkirakan lebih banyak terjadi hujan di sebagian wilayah di Indonesia atau sering disebut fenomena La Nina.
Terjadinya perubahan cuaca yang tidak menentu ini membuat masyarakat di seluruh wilayah Indonesia harus mewaspadai dampak susulan dari gejala alam, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting.
Deputi Meteorologi BMKG Yunus Swarinoto menyatakan puncak La Nina sebenarnya sudah lewat pada September lalu.
"Kondisi saat ini, indeks La Nina tinggal -0,5 derajat celsius," kata dia, kemarin.
Dijelaskan, saat ini beberapa wilayah telah memasuki musim hujan.
Namun, imbuhnya, masyarakat harus tetap waspada, sebab sampai akhir tahun masih ada potensi hujan deras di beberapa wilayah.
"Sifatnya sangat variatif sesuai dengan kondisi atmosfer dan pengaruh lain," tuturnya.
Wilayah yang diperkirakan mengalami hujan deras pada hari ini ialah Lampung, Jawa Barat bagian selatan dan timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur bagian barat dan selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat bagian selatan, Kalimantan Utara bagian utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah bagian selatan, Papua Barat, dan Papua.
Sementara itu, potensi gelombang tinggi diperkirakan terjadi di Laut Andaman, perairan barat Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu dan barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatera, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba, dan Samudra Hindia selatan Jawa hingga P Sumba.
"Untuk potensi bencana alam sejauh ini belum," pungkasnya.
Dalam menghadapi anomali cuaca itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memerintahkan semua BPBD agar meningkatkan kesiapsiagaan demi menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.
"Masyarakat harus diberi informasi ancaman bencana dan BPBD mengkoordinasi potensi daerah supaya siap menghadapi segala kemungkinan terburuk," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved