Apoteker Wajib Dibekali Pemahaman Obat Asli

AU/H-1
04/10/2016 05:43
Apoteker Wajib Dibekali Pemahaman Obat Asli
(ANTARA/str-Yusran Uccang)

APOTEK K-24 memberikan bekal kepada seluruh jajaran khususnya yang berada di layanan kefarmasian tentang ciri-ciri keaslian obat.

Hal itu dimaksudkan juga sebagai langkah apotek berjejaring itu memerangi obat palsu.

"Untuk membekali para apoteker Apotek K-24 agar memahami keasilan obat, saat ini sebanyak 40 petugas apotek mengikuti pelatihan tentang identifikasi keaslian obat," kata Direktur Utama PT K-24 Gideon Hartono.

Ia menyebutkan para apoteker dan petugas apotek itu bergantian mengikuti berbagai pelatih-an yang diselenggarakan K-24 Academy, Yogyakarta.

Training identifikasi keaslian obat yang diikuti petugas Apotek K-24 seJateng dan DIY itu diharapkan selain meningkatkan pengetahuan para apoteker juga akan mendukung program pemerintah untuk memerangi peredaran obat palsu.

"Yang jelas sejak 2007 kami sudah perangi obat palsu," ujar Gideon.

Ia menambahkan, untuk mendukung layanan kefarmasian, setiap Apotek K-24 setidaknya ditangani dua apoteker.

"Kami juga mendukung layanan apotek harus ada apoteker. Karena itu, setiap Apotek K-24 memiliki sekurangnya dua apoteker," jelasnya.

Untuk memerangi peredaran obat palsu, Gideon bersama K-24 melakukan penyebaran brosur 'Tips Menghindari Obat Palsu' kepada masyarakat.

Selain itu, dilakukan pemasangan stiker 'Apotek K-24 hanya Jual Obat Asli di gerai Apotek K-24 di seluruh Indonesia.

Tahun ini Apotek K-24 menyatakan siap melayani masyarakat untuk memberikan informasi dan mengenali obat yang dikonsumsi benar-benar asli dan resmi.

Kepala Balai Besar POM Yogyakarta I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menyarankan kepada masyarakat yang hendak menebus obat atau membeli obat ke apotek sebaiknya melalui jalur resmi terutama apotek yang ada petugas apotekernya.

Pasien atau masyarakat juga berhak tahu akan obat yang bakal diminum.

Dengan demikian, penyakit yang diderita pasien bisa segera sembuh sesuai harapan.

"Pesan saya, masyarakat atau pasien hendaknya kalau menebus obat atau membeli obat melalui jalur resmi," katanya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya