Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KURANGNYA gedung sekolah di Kota Depok masih menjadi masalah yang belum terselesaikan.
Jumlah lulusan sekolah menengah pertama (SMP) yang tidak sebanding dengan jumlah sekolah menengah atas (SMA) yang tersediamembuat ribuan siswa lulusan SMP tidak bisa tertampung di jenjang pendidikan berikutnya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herry Pansila Prabowo menjelaskan, saat ini masih ada 4.000 siswa lulusan SMP atau sederajat yang belum bisa melanjutkan pendidikan ke SMA dan sekolah menengah kejuruan (SMK).
"Ini disebabkan minimnya gedung SMA dan SMK," kata Herry yang kini menjabat staf ahli planologi dan pembangunan Kota Depok.
Herry menjadi salah seorang pejabat yang terkena mutasi dan rotasi pertama di akhir Agustus lalu, sejak Wali Kota Depok Mohammad Idris menjabat Wali Kota Depok pada Februari 2016. Posisi Herry kini digantikan Mohammad Thamrin.
Herry memaparkan, saat ini hanya ada 13 gedung SMA di Kota Depok. Satu sekolah rata-rata bisa menampung 360 siswa.
Secara keseluruhan, 13 SMA di Depok hanya bisa menampung 4.680 siswa.
Jumlah itu masih sangat minim, mengingat lulusan dari 26 sekolah menengah pertama negeri (SMPN) dan 166 SMP swasta mencapai 20.095 orang, ditambah lagi lulusan madrasah sanawiah (MS) yang mencapai 5.479 orang serta lulusan paket B sebanyak 1.383 orang.
"Jumlah itu belum termasuk siswa lulusan dari luar Kota Depok, seperti siswa dari DKI, Bogor, dan Bekasi sekitar 1%, serta siswa jalur lingkungan sebesar 1%," jelasnya.
Menumpang
Dari 13 SMA yang ada saat ini, terang Herry, masih ada beberapa SMA yang belum mempunyai gedung memadai untuk kegiatan belajar-mengajar.
Kegiatan belajar-mengajar siswa dilakukan dengan menumpang di gedung sekolah dasar negeri (SDN).
Siswa SMAN 11, misalnya, menumpang di SDN Kemiri Muka 3 dan SDN Kemiri Muka 2 di Jalan Kedondong, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok.
Sementara itu, siswa SMAN 13 masih menumpang di gedung SDN 1, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.
Sementara itu, kegiatan SMKN 3 Kota Depok juga masih menumpang di gedung SMPN 8, Kompleks PT Timah Indonesia, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.
Tidak hanya SMA yang kekurangan gedung, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah SMPN.
Dari 23 SMPN yang ada, kata dia, kegiatan belajar-mengajar empat sekolah, yakni SMPN 20, SMPN 21, SMPN 22, dan SMPN 23, masih menumpang di gedung SDN.
Ia mendesak agar Pemkot Depok bisa menambah minimal lima SMA untuk menyerap para lulusan SMP, serta menambah 10 SMPN untuk bisa menampung lebih banyak lulusan SD.
Saat menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengatakan tahun depan Pemkot Depok baru bisa mengupayakan penambahan satu gedung SMAN di Beji, Depok.
"Saat ini, Pemkot Depok berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar penambahan gedung SMAN disetujui," kata Pradi. (J-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved