Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya Kuliah di Luar Negeri

03/10/2016 16:15
Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya Kuliah di Luar Negeri
(Ist)

TINGGINYA minat mahasiswa ingin kuliah di luar negeri mendorong Universitas Prasetiya Mulya menawarkan kesempatan tersebut. Melalui program Study Abroad, mahasiswa jurusan manajemen semester enam belajar di luar negeri.

Tahun ini, setidaknya sembilan kampus luar negeri bisa dipilih mahasiswa yakni UNSW Australia, Zhejiang University, Deakin University, Universitas of Technologi Syney, Coventry University, University of Western Sydney, dan Boston University. Elliot Simangunsong Ph.D, Pembantu Dekan IV Pengembangan dan Knowledge Dissemination Universitas Prasetiya Mulya, menyatakan, mahasiswa yang dinyatakan lolos nanti menjalani pendidikan sesuai minat selama satu semester.

"Nilai yang diperoleh selama menjalani Study Abroad akan ditransfer menjadi angka kredit atau SKS untuk nilai semester 6," kata Elliot dalam siaran pers yang diterima, Senin (3/10). Diakuinya, memang tidak semua yang berminat otomatis bisa lolos karena harus menjalani proses seleksi, baik yang dilakukan di Universitas Prasetiya Mulya maupun di kampus yang dipilih.

"Kami ingin yang kami kirim bukan mahasiwa yang asal-asalan dan tidak memenuhi syarat yang bisa mengakibatkan hal tidak diinginkan saat pengiriman mahasiswa tahun berikutnya," kata Elliot. Pihaknya telah menjalankan program ini sejak tiga tahun yang lalu dan telah mengirimkan 20 mahasiswa ke luar negeri. Mereka yang pernah menjadi Student Board umumnya mencari mata kuliah khusus yang belum ada atau pengembangannya sehingga mampu menambah pengetahuan khususnya mengenai bisnis.

William Lai, salah seorang peserta Study Abroad, mengatakan, dirinya memperoleh tambahan ilmu saat belajar bidang ekonomi di Tiongkok. "Ilmu yang diperoleh juga matching. Kebetulan saya mengambil ekonomi dan saat mempelajari ekonomi mikro di sana mendapatkan ilmu percabangan," katanya.

Senada, Valensia Aprillia dan Marsya Anindita yang mengambil studi di Australia menyatakan, mereka banyak mendapatkan pelajaran mengenai bersosialisasi. Apalagi mahasiswa yang datang dari berbagai negara sehingga menambah pengetahuan budaya.
"Yang paling mengasyikkan bisa menjalin koneksi dan menjalin pertemanan apalagi jumlah mahasiswa mencapai puluhan ribu orang," kata Marsya. Valensia menambahkan, study aboard menantang mahasiswa untuk hidup mandiri.

Dr Christiana Yosevina, Ketua Program S1 Universitas Prasetiya Mulya, menyatakan, pengiriman mahasiswa ke luar negeri melalui Study Abroad juga jawaban dari keinginan orangtua tentang anaknya bisa memiliki pengalaman sekolah di luar negeri. "Orangtua mahasiswa enggan menyekolahkan anaknya ke luar negeri, karena takut tidak pulang. Makanya, kuliah satu semester ini lalu pulang untuk menyelesaikan studi, lulus, lalu lanjutkan usaha orangtua," katanya.

Bagi Universitas Prasetiya Mulya, program ini sebagai langkah untuk menjadikan kampus berkelas internasional. "Sebenarnya kami punya keinginan untuk go internasional. Nah, pengiriman mahasiswa melalui Study Abroad sebagai langkah awal menuju go internasional," kata Christiana.

Selajutnya pihaknya berencana membuka kelas yang memungkinkan mahasiswa dari luar negeri belajar di Universitas Prasetiya Mulya. "Tahap selanjutnya, setidaknya 3 tahun ke depan kita akan melakukan pertukaran dosen utamanya dengan kampus-kampus luar negeri yang telah bekerja sama," tandasnya. (RO/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya