Memasyarakatkan Warisan Budaya Bangsa

AU/AT/AS/DD/S-4
03/10/2016 07:13
Memasyarakatkan Warisan Budaya Bangsa
(MI/Agus Utantoro)

BERBAGAI momentum Hari Batik Nasional di Indonesia tidak dilewatkan kalangan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka bersatu bahwa batik merupakan warisan budaya nenek moyang yang harus dipelihara.

Bahkan, momentum Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober menjadi penegasan bangsa dan rakyat Indonesia kepada bangsa lain bahwa batik merupakan salah satu ikon budaya Indonesia.

Itu, misalnya, dilakukan pengelola Bandara Adisutjipto Yogyakarta dengan acara Batik Fashion Show yang memamerkan karya-karya peragaan busana dan memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai cara-cara membatik, di Yogyakarta, kemarin.

GM PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Agus Pandu mengatakan upaya itu dilakukan dengan harapan pengguna jasa bandara dapat merasakan nuansa Hari Batik begitu menginjakkan kaki di Bandara Adisutjipto.

"Dengan demikian, tiap pengunjung tidak melupakan Hari Batik Nasional sekaligus mengetahui identitas budaya berupa batik," ujar Agus.

Hal serupa digelar Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagat. Paguyuban itu menggelar pameran selendang batik di Pasanggrahan Ambarukmo, Yogyakarta.

Sedikitnya 100 selendang batik dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan, dan Cirebon, dipamerkan.

Menurut Ketua III Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagat, Afif Syakur, selendang batik merupakan koleksi para anggota Sekar Jagat dari berbagai daerah.

Usia selendang batik yang dipamerkan cukup tua sampai ada yang mencapai 75 tahun.

"Harapan kami, batik semakin memasyarakat. Semakin banyak pula jenis batik yang dikenal masyarakat, tidak hanya berupa kain atau pakaian, tetapi juga selendang," tutur dia.

Bukan hanya kalangan dewasa yang menyemarakkan Hari Batik Nasional.

Anak sekolah pun ikut merayakannya.

Hal itu seperti dilakukan anak-anak dari Sekolah St Yoseph, Sawah Besar, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.

Pada pameran school fair bertajuk Nusantara Historical and Cultural Haritage, ratusan murid mulai TK hingga SMP meramaikan dengan berpakaian busana khas daerah, di antaranya busana bercorak batik.

Kepala SMP St Yosep, Marcel Mandagi, menyatakan, selain busana bercorak batik, kegiatan itu menampilkan pementasan seni tari, pameran miniatur kerajaan, lomba fesyen, pameran karya seni masyarakat Badui, hingga bazar makanan dari berbagai daerah.

"Kegiatan ini kami lakukan untuk meningkatkan apresiasi dan kecintaan siswa pada nilai-nilai historis dan kultural bangsa Indonesia termasuk kecintaan terhadap batik sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang ditetapkan Unesco," pungkas Marcel.

Di Kota Bogor, Jawa Barat, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ikut menghadiri acara Batik Bogor Peduli Kanker sebagai rangkaian peringatan Hari Batik Nasional, di Botani Square, Jalan Pajajaran.

Di sana, ia membuat dua buah lukisan batik dan melelangnya.

Hasil lelang lukisan angkot itu disumbangkan kepada para penderita kanker melalui Yayasan Peduli Kanker Indonesia Cabang Kota Bogor.

Dua lukisan sejarah angkot wali kota laku masing-masing Rp42 juta dan Rp36 juta.

Dihadiri dubes

Di Pekalongan, Jawa Tengah, Pemkot Pekalongan akan menggelar Pekan Batik Nusantara (PBN) 2016 mulai besok hingga Minggu (9/10).

Ajang itu, menurut rencana, dihadiri empat duta besar (dubes) dari negara sahabat.

"Sudah dapat konfirmasi ada empat dubes negara sahabat akan hadir, yaitu Filipina, Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan," kata Sekda Kota Pekalongan Slamet Prihantono, di Pekalongan, Jateng, kemarin.

Ajang itu akan diikuti 155 stan batik dan 90 stan kuliner.

Berbagai macam batik lawas dan terbaru, lanjut Ketua Panitia PBN 2016 itu, akan menjadi daya tarik bagi pengunjung, terlebih juga akan ditampilkan pesta kesenian dan kebudayaan pada PBN 2016.

Ia menambahkan para pengunjung, termasuk empat dubes negara sahabat, juga akan diajak melakukan kegiatan membatik bersama.

"Ini kami lakukan agar para dubes itu kelak bisa menjadi duta batik saat kembali ke negara mereka," pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya