Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan bencana hidrometeorologi atau bencana yang dipengaruhi cuaca dan iklim akan berlangsung masif tahun ini mengingat Indonesia termasuk wilayah yang terkena La Nina, fenomena alam yang menyebabkan curah hujan tinggi.
"Curah hujan meningkat, kondisi atmosfer di Indonesia basah. Survei terakhir, uap air melimpah sehingga potensi bencana tinggi," ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat dihubungi, Minggu (2/10).
Berdasarkan catatan, setiap tahun angka bencana 'hanya' mencapai 1.400 kejadian.
Namun, hingga akhir September ini telah terjadi 1.600 kejadian.
Dirinya meminta masyarakat agar waspada terhadap bencana banjir, longsor, dan puting beliung. Masyarakat perlu melakukan patroli di wilayah masing-masing, terutama yang tinggal di wilayah rawan.
Ia menjelaskan wilayah rawan banjir berada di dataran rendah, seperti di pantai timur Sumatra, pesisir utara Jawa, serta pesisir Kalimantan.
Wilayah rawan longsor berada di dataran tinggi di sepanjang selatan Jawa, Bali bagian utara, serta Nusa Tenggara Timur dan Barat.
Pemerintah, lanjut dia, sudah menerbitkan peringatan dini banjir sungai-sungai di Indonesia.
"Kami juga sudah minta ke Kemenkes untuk pencairan dana siap pakai Rp750 miliar," tukas dia.
Secara terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya menjelaskan sejak pertengahan tahun ini Indonesia mengalami kemarau basah, yakni masih ada hujan di musim kemarau.
"Itu awal La Nina. Diperkirakan, La Nina akan berlangsung hingga 2017 mendatang," ujarnya, Minggu (2/10).
Menurutnya, dalam waktu dekat potensi hujan lebat masih akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Masyarakat diimbau waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin.
"Selain itu, pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, dan masyarakat yang berlibur ke wilayah pesisir diimbau mewaspadai potensi gelombang laut tinggi 2,5-4 meter." (Ric/Pro/YH/UL/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved