IPHI Desak Badan Haji Menjadi Prioritas

MI/Bay
02/9/2015 00:00
IPHI Desak Badan Haji Menjadi Prioritas
(ANTARA FOTO)
Terkait sengkarut visa calon jemaah haji (calhaj) yang belum tuntas serta lambannya penanganan Kementerian Agama (Kemenag) menangani hal tersebut.Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) mendesak agar pembentukan Badan Haji menjadi prioritas. "Badan khusus haji harus menjadi prioritas pembentukannya dalam hal ini  Kemenag cukup sebagai regulatornya saja,"kata Ketua Umum IPHI,Kurdi Mustofa saat dihubungi Media Indonesia,Rabu (2/9).

Hemat dia selama ini Kemenag berperan ganda karena menjadi regulator sekaligus operator penyelenggaraan haji sehingga berpotensi selalu menimbulkan masalah yang tidak pernah putus dari sejak kasus korupsi dana abadi umat (DAU) , kelaparan jemaah haji,dan visa haji yang amburadul. Kurdi menegaskan dengan Badan Haji dimana Kemenag menjadi regulator  penting  denga alasan ,pertama,agar Kemenag kembali pada tupoksinya yaitu pembinaan umat. "Selama 8 bulan lebih konsentrasi para pejabat kemenag habis energinya hanya untuk haji,"ujarnya.

 Kedua, dengan adanya Badan Haji juga Badan   Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) maka penyelenggaraan haji bisa lebih profesional. Sementara,anggota Komisi VIII Fraksi Nasdem DPR, Choirul Muna menyatakan Badan Pengelola Keuangan Haji  harus segera terbentuk, menurutnya BPKH ditargetkan terbentuk akhir Desember tahun ini."Insya allah BPKH kita targetkan akhir tahun ini karena jika tidak tuntas kita khawatir kekacauan penyelenggaraan haji akan terus  lagi,"cetusnya.

Lips Service
Ia menegaskan pihaknya turut pusing dengan banyaknya persoalan  yang dihadapi jemaah haji tahun  ini. Ia mengingatkan pernyataan Menag Lukman Hakim Saefuddin  yang menjanjikan  walau Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sekarang turun dengan  pelayanan tetap bagus dan dapat  ditingkatkan,namun janji Menag tidak sesuai kenyataan di lapangan. "Apa yang dikatakan pak Menteri hanya lips service ,pasalnya  masalah visa yang banyak keterlambatan bahkan  ada jemaah yang kelaparan 13 jam di Kloter 1 Padang , hingga  banyaknya bus naqobah Madinah ke Mekkah  yang berhenti ditengah jalan karena rusak padahal suhu hampir 45 derajat di sana,"pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya