Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENEMPUH pendidikan tinggi di luar negeri tidak hanya bermanfaat untuk menunjang karier dan promosi akademis.
Hal itu juga menjadi sarana untuk memperluas jejaring yang pada akhirnya bermanfaat untuk menciptakan kegiatan yang berguna bagi masyarakat.
Hal itu diungkapkan alumnus Monash University, Australia, Muhammad Nur Rizal, dalam kegiatan Doctoral Information Day, di Jakarta, Sabtu (24/9).
"Mengambil program doktoral di luar negeri bukan sekadar mengejar gelar, melainkan juga membuka kesempatan berjejaring dan merasakan atmosfer akademik yang positif. Iklim itu mendorong saya untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk menginisiasi sebuah pergerakan untuk transformasi pendidikan di Indonesia, yakni Gerakan Sekolah Menyenangkan," kata Rizal yang meraih gelar Phd dari salah satu perguruan tinggi papan atas dunia itu.
Rizal yang berprofesi dosen Universitas Gadjah Mada itu menjelaskan Gerakan Sekolah Menyenangkan merupakan sebuah gerakan yang mengupayakan agar anak-anak muda di Indonesia memiliki kesempatan sama dalam mendapatkan pendidikan bermutu bagi masa depan.
"Secara jarak kita jauh, tapi hati dan kepedulian tidak pernah beranjak dari Indonesia," imbuh Rizal.
Selain Rizal, sejumlah alumnus Monash University asal Indonesia yang tergabung dalam Social Researchers Forum juga menuturkan kisah inspiratif dalam pendidikan program doktoral di Australia.
Kisah-kisah itu terangkum dalam buku Berlayar yang diluncurkan pada kegiatan itu.
Terkait dengan Doctoral Information Day, Wakil Rektor dan Wakil Presiden Hubungan Internasional Monash University, Abid Khan, menjelaskan kegiatan itu bertujuan menyediakan informasi penting seputar pilihan program doktoral dan jenjang pascasarjana.
Kegiatan itu diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang kesempatan serta persyaratan yang perlu dipersiapkan bagi mereka yang berminat untuk melanjutkan studi guna mengembangkan karier ataupun promosi akademik.
"Kami menerima respons yang luar biasa dari ratusan orang yang mendaftarkan diri untuk hadir pada kegiatan itu. Hal ini membuktikan minat yang besar di Indonesia terhadap program doktoral maupun pascasarjana semakin besar," ujarnya saat pembukaan kegiatan itu.
Serangkaian sesi presentasi yang disajikan selama kegiatan berlangsung memberikan gambaran tentang bagaimana rasanya menimba ilmu di Australia, khususnya di salah satu kampus terkemuka itu.
"Saya berharap Doctoral Information Day dapat meningkatkan hubungan baik dengan Indonesia sebagai salah satu negara mitra yang amat kami hargai," imbuh Khan.
Data Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menunjukkan hanya 10,6% dosen Indonesia yang bergelar doktor (S-3). Angka itu masih jauh dari target, 20%.
Peningkatan angka kandidat mahasiswa doktoral terus diupayakan karena akan berdampak positif pada peningkatan publikasi ilmiah di tingkat internasional yang saat ini menjadi prioritas pemerintah. (Ant/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved