Anniesa Hasibuan Tampilkan Batik di New York

MI/PUPUT MUTIARA
30/8/2015 00:00
Anniesa Hasibuan Tampilkan Batik di New York
(ANTARA/DANA)
DESAINER muda asal Sumatra Utara, Anniesa Hasibuan, 28, bersiap melenggang ke New York, Amerika Serikat, untuk menampilkan 15 karya terbaiknya dalam ajang 2015 Couture New York Fashion Week. Di acara yang dijadwalkan berlangsung pada 12 September mendatang di The Crown Plaza Times Square, Manhattan, New York, itu, ia akan menampilkan gaun dengan sentuhan unsur batik prada asal Jawa Tengah.

"Tema yang mau diangkat tadinya Sumatra Utara. Namun, karena desain-desain aku khasnya gold, jadi pilih batik prada. Prada itu batik dengan sentuhan unik berupa lapisan warna keemasan. Prada dalam bahasa Jawa berarti 'emas'," urainya saat ditemui di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, batik prada juga sesuai dengan nama koleksi busana yang akan ditampilkan, Sasikirana, yang berarti terang bulan.

Desainer yang sebelumnya pernah tampil pada ajang bergengsi Kaftan Fashion Festival 2015 dan Hello Indonesia di London, Inggris, itu menegaskan keinginannya memperkenalkan warisan budaya Indonesia melalui desain-desainnya yang berciri khas glamor elegan.

"Hampir setiap baju aku combine dengan javanese batik prada meski modelnya tetap bernuansa Timur Tengah. Itu sebagai bentuk kecintaanku sebagai anak bangsa agar nama Indonesia lebih harum," tuturnya.

Ia mengaku tidak menjadikan kesempatan tampil di ajang bergengsi itu sebagai beban. Persiapannya pun cukup singkat, sekitar dua bulan.

"Kurang lebih dua bulan yang lalu kami ditawari salah satu event organizer untuk tampil di New York. Untungnya, kami memang membuat busana bukan karena ada event semata, melainkan karena sedang ada ide sehingga nyambung dengan tawaran tersebut. Sejauh ini persiapannya sudah 80%," jelasnya.

Jualan pulsa

Menjadi desainer seperti sekarang ini bagi Anniesa tidaklah semudah membalik telapak tangan. Perjuangannya hingga bisa tampil di ajang-ajang peragaan busana bergengsi diperolehnya berkat kerja keras melewati jalan berliku.

Diceritakannya, sejak kecil dirinya tumbuh dalam keluarga sederhana. Hal itu membentuknya menjadi pribadi yang mandiri. Bersama sang suami, Andika Surachman, ia pernah merintis berbagai usaha demi menghidupi keluarga, antara lain, membuka kios pulsa, berjualan burger di pinggir jalan, serta menjajakan seprai dan sarung bantal. Setelah melewati berbagai rintangan, keduanya sukses mengelola bisnis travel, First Travel. Tak dinyana, status sebagai pengusaha bisnis travel itu menjadi jalan bagi Anniesa untuk mengolah bakat sebagai desainer.

"Sebagai istri pengusaha saya harus memerhatikan penampilan. Dari situlah saya mulai berimajinasi. Jadi, saya belajar desain secara autodidak. Berbagai lika-liku sudah saya rasakan. Hingga akhirnya kesabaran berbuah sukses," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya