Kevin dan Nesha ke Kutub Utara

Ric/X-5
29/8/2015 00:00
Kevin dan Nesha ke Kutub Utara
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya bercanda dengan Yohanes Kevin (kiri) dan Nesha K Ichida (kanan) saat melepas tim Ekspedisi Youth for Arctic Research and Monitoring Climate Change, di Jakarta, kemarin.(MI/M Irfan)

INDONESIA mengirim Yohanes Kevin Hendrawan dan Nesha Ichida untuk mengikuti program Youth for Arctic yang diberangkatkan bersama delapan pemuda dan pemudi dari empat negara lainnya ke Kutub Utara.

Selama dua minggu mereka akan mendokumentasikan kondisi terkini es di Kutub Utara yang mengalami pencairan akibat perubahan iklim. Mereka juga akan menyebarkan kabar itu lewat jejaring sosial masing-masing.

"Keterlibatan anak muda dalam isu lingkungan, apalagi perubahan iklim, sangat perlu," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar dalam acara pelepasan di Kementerian LHK Jakarta, kemarin.

"Para ilmuwan memprediksi bahwa jika tidak ada penanganan serius (perubahan iklim), pada 2030 akan terjadi kenaikan suhu bumi 2 derajat celsius. Itu akan mempercepat pencairan es di kutub sehingga pulau-pulau kecil akan tenggelam," terang Siti.

Di Kutub Utara, Kevin dan Nesha akan bergabung dengan utusan dari Filipina, Singapura, Tiongkok, India, dan Jerman beserta dengan ahli biologi.

Perjalanan mereka akan didokumentasikan dan ditayangkan National Geographic Channel.

Kevin, 23, lulusan STP Nusa Dua Bali, jurusan Pariwisata. Selama ini ia banyak berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan.

Nesha, 20, saat ini masih kuliah di Universitas Terbuka Inggris. Ia berulang kali menjadi relawan berbagai program lingkungan di Indonesia.

Baik Kevin maupun Nesha berjanji akan menyebarkan kabar yang mereka temukan di Kutub Utara lewat jejaring sosial. Hal itu diharapkan bisa memengaruhi para anak muda peduli lingkungan.

Sebelum menjejakkan kaki di kutub, Kevin dan Nesha bersama rombongan tim ekspedisi lainnya menuju Jerman. Di sana mereka akan melakukan berbagai persiapan, termasuk melatih ketahanan fisik.

"Pembekalannya ada teori dan fisik," ujar Kevin.

Pelatihan fisik itu di antaranya berada di ruang beku yang disesuaikan dengan suhu Kutub Utara. Hal itu dimaksudkan agar tubuh tim ekspedisi terbiasa dengan bekunya udara di kutub.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya