BNPB Pasang 72 Alat EWS Longsor

MI
20/9/2016 09:10
BNPB Pasang 72 Alat EWS Longsor
(Kepala Pusdatin dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho ---ANTARA/Darwin Fatir)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memasang 72 alat early warning system atau sistem peringatan dini untuk meng-antisipasi potensi peningkatan bahaya tanah longsor di Indonesia.

"Kita bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada, di 2014 dipasang 20 unit, 2015 sebanyak 35 unit, dan tahun ini 17," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, kemarin (Senin, 19/9).

Dia menjelaskan pemasangan EWS tersebut berdasarkan perintah Presiden Joko Widodo setelah terjadinya bencana tanah longsor di Banjarnegara pada 2014.

Sebagian besar EWS tersebut dipasang di Pulau Jawa yang memiliki risiko tinggi tanah longsor seperti di Kabupaten Banjarnegara, Magelang, Kulon Progo, Banyumas, Cianjur, Bandung Barat, Trenggalek, Sukabumi, dan Bogor.

"Untuk luar Jawa ada di Kabupaten Nabire, Aceh Besar, Buru, Lombok, Bantaeng, Sikka, Kerinci, Agam, Kota Manado, dan lainnya," ujarnya.

Dijelaskan, sistem peringatan dini longsor itu meliputi tujuh subsistem, yaitu sosialisasi, penilaian risiko, pembentukan kelompok siaga bencana tingkat desa, pembuatan denah dan jalur evakuasi, penyusunan SOP, pemantauan dan geladi evakuasi, serta pembangunan komitmen pemda dan masyarakat.

"Jadi masyarakat setempat dilibatkan secara langsung dalam proses pembangunan sistem peringatan dini tanah longsor," pungkasnya.

Dengan adanya sistem tersebut, masyarakat pun harus mau mengubah pola pikirnya dalam beradaptasi untuk mengantisipasi maupun menghadapi bencana tanah longsor.

"Menjadikan EWS ini sebagai alat kepercayaan dalam menghindari bencana adalah tantangan yang sulit dalam membangun sistem peringatan dini," ujar Sutopo.

Memasuki musim penghujan tahun ini sejumlah daerah juga telah siaga dengan menyediakan dana darurat kebencanaan.

Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit meminta seluruh daerah menganggarkan dana darurat kebencanaan pada APBD masing-masing. Dia mengatakan Pemprov Sumbar telah memetakan potensi dan klasifikasi potensi kebencanaan. (Ant/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya