Tongkat Elektronik Bantu Kaum Tunanetra

MI
20/9/2016 09:05
Tongkat Elektronik Bantu Kaum Tunanetra
()

TIGA mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) menciptakan sebuah tongkat elektronik dengan sistem radar dan global positioning system (GPS) bagi penyandang tunanetra yang memiliki keunggulan ketimbang tongkat konvensional.

"Tongkat elektronik ini dapat memetakan objek pada lebih dari satu sudut, yaitu sisi depan, sisi kanan, dan kiri pengguna tanpa harus meraba-raba," kata salah seorang dari tiga mahasiswa UI, Suharsono Halim, di Depok, kemarin (Senin, 19/9).

Ketiga mahasiswa tersebut ialah Suharsono Halim (teknik elektro 2012), Finna Handafiah (teknik industri, 2013), dan Ria Aprilliyani (teknik elektro, 2013), di bawah bimbingan dosen teknik elektro, Arief Udhiarto,

Alat itu mampu mengirimkan titik koordinat posisi pengguna kepada kerabat sehingga penyandang tunanetra tidak perlu khawatir tersesat.

Melalui karyanya, Suharsono dan tim berharap mampu memberikan solusi atas kendala yang dialami para penyandang tunanetra dan dapat meningkatkan mobilitas pengguna.

Tongkat elektronik itu merupakan perangkat mekanik yang berfungsi sebagai alat bantu yang aman dan nyaman.

Tongkat dengan berat sekitar 1,5 kg dan panjang 1 meter itu telah melalui tahap eksperimen serta pengujian kenyamanan dan keamanan dengan sistem yang ergonomis secara langsung oleh penyandang tunanetra.

Suharsono menambahkan pembuatan tongkat itu didasarkan atas keterbatasan tongkat konvensional, yang sudut dan jarak jangkaunya terbatas.

Demikian pula sisi jarak dan sudut pendeteksian objek penghalang sangat terbatas. Ketika memasuki wilayah baru, penyandang tunanetra akan kesulitan untuk kembali pulang dan bisa tersesat.

"Berangkat dari permasalahan ini, Suharsono dan tim menciptakan tongkat elektrik dengan cara kerja yang hampir sama dengan tongkat pada umumnya, tapi dilengkapi konsep radar, fitur GPS, serta sebuah rompi," kata Arief.

Sistem radar diperoleh dari tiga sensor jarak berbasis ultrasonik dan sebuah motor servo yang mampu memetakan objek penghalang di sekitar dengan jarak jangkau maksimal 3 meter.

Dengan radar itu, penyandang tunanetra seakan dapat melihat keadaan di sekitarnya yang diinformasikan dalam bentuk getaran motor di rompinya. (RO/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya