NASA Prediksi Beberapa Pulau Tenggelam

MI
28/8/2015 00:00
NASA Prediksi Beberapa Pulau Tenggelam
(AFP/STEEN ULRIK JOHANNESSEN)
NATIONAL Aeronautics and Space Administration (NASA) memprediksikan beberapa pulau terancam tenggelam pada 100-200 tahun mendatang seiring dengan permukaan air laut yang kian meningkat. Berdasarkan data satelit, 100-200 tahun mendatang permukaan laut akan bertambah 1 meter atau lebih.

Hamparan es di Greenland dan Antartika terpantau mencair lebih cepat daripada sebelumnya. Itu akan berpengaruh besar bagi sebagian besar negara. "Lebih dari 150 juta orang mayoritas di Asia hidup di bawah 1 meter dari permukaan laut sekarang," kata Direktur Divisi Ilmu Bumi Nasa Michael Freilich, Rabu (26/8).

Dataran rendah AS seperti Florida berisiko tenggelam. Begitu pula Tokyo, Singapura, dan negara besar lainnya. "Ini juga bisa menenggelamkan beberapa negara di Pasifik."

Steve Nerem, ketua tim peningkatan permukaan laut NASA dari University of Colorado, menyebut peningkatan permukaan laut bisa memburuk pada tahun-tahun berikutnya. "Ketidakpastian terbesar ialah memprediksi seberapa cepat hamparan es di kutub mencair," katanya.

Prediksi NASA itu berdasarkan altimeter yang mengukur ketinggian laut dilihat dari angkasa. Freilich mengatakan alat yang dikenal dengan Topex/Poseidon dan pendahulunya, Jason-1 dan Jason-2, sangat sensitif. "Jika altimeter dipasang di pesawat jet komersial terbang pada ketinggian 1.200 meter, mereka bisa mendeteksi benjolan yang disebabkan sedikit pergeseran tanah," ucapnya.

Sejak 1992 rata-rata permukaan laut meningkat hampir 7,6 cm. Beberapa lokasi meningkat lebih dari 23 cm karena kondisi alam berbeda. Saat ini, es yang mencair di Greenland mencapai 303 gigaton setahun selama satu dekade.

Hamparan es Antartika mencair hingga rata-rata 118 gigaton setahun. "Selama 20 tahun ke depan mungkin kita akan lihat pencairan es yang lebih cepat ketimbang peningkatan permukaan laut. Kita harus bersiap," kata Josh Willis, oseanografer Jet Propulsion Laboratory NASA di California.(AFP/Aya/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya