Wisata Kental Sejarah di Banda Neira

*/S-4
20/9/2016 03:01
Wisata Kental Sejarah di Banda Neira
(MI/Panca Syurkani)

NUANSA kota tua yang dulu pernah dijadikan pusat perdagangan ada di Pulau Banda Neira. Lebih dikenal sebagai Bandanaira, kota ini berada di Kepulauan Banda yang berfungsi sebagai pusat administratif Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Dahulu, Banda Neira merupakan tempat perdagangan pala dan fuli (kulit biji pala) dunia yang saat itu merupakan komoditas rempah yang cukup mahal dan paling dicari. Di kota ini juga pernah terjadi pembantaian penduduk lokal yang dilakukan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) kala itu.

Di Banda Neira pula, VOC sempat mendirikan bangunan istana yang dinamakan Istana Mini Neira. Istana ini berfungsi sebagai tempat tinggal Gubernur Jenderal pertama di Indonesia Joen Pieterszoen Coen. Konon, istana ini sudah ada sebelum dibangunnya Istana Negara di Batavia.

Seiring berjalannya waktu, di sana makin banyak dibangun rumah besar sebagai tempat tinggal dari petinggi Eropa yang datang ke pulau ini. Selain bangunan-bangunan tersebut, ada juga Benteng Belgicia yang dibangun untuk bertahan dari serangan musuh. Tidak jauh dari situ ada juga Benteng Nassau. Berbeda dengan Benteng Belgicia yang dibangun oleh VOC, Benteng Nassau dibangun pertama kali oleh Portugis pada 1529.

Sejarah yang begitu kental di Banda Neira didukung dengan perairan yang menyimpan kekayaan biota laut yang juga memesona. Berdasarkan laman www.indonesia.travel, setidaknya ada 22 lokasi menyelam di perairan Banda Neira, di antaranya ada Tanjung Barat Pulau Pisang, Selamo Vilage, Tanjung Burang, Batu Kapal, Mandarin City, dan Pasir Putih.

Anda bisa melakukan aktivitas snorkeling di sini dan menikmati indahnya terumbu karang dan bercengkerama dengan sekitar 350 jenis biota laut di dalamnya. Selain itu, Anda juga bisa melakukan kegiatan lain di sini, seperti mencicipi kuliner khas, berkunjung ke rumah budaya, ke Pulau Gunung Api, dan beberapa lokasi wisata lainnya.

Untuk ke Banda Neira, Anda dapat menggunakan jalur udara atau laut. Untuk jalur udara, dari Bandara Pattimura di Ambon, Anda dapat melanjutkan penerbangan menuju ke Banda Neira. Penerbangan beroperasi seminggu sekali atau tiap dua minggu.

Jika Anda memilih jalur laut, Anda dapat menyeberang ke Laut Banda dengan menggunakan feri Pelni yang beroperasi dua kali seminggu dari Ambon ke Banda Neira. Jika berangkat dari Surabaya, Anda akan menghabiskan waktu enam hari untuk berlayar hingga sampai ke Banda Neira. Selamat berpetualang! (*/S-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya