Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKARUT-MARUTAN seputar persoalan visa jemaah haji yang belum selesai masih berlanjut. Tekad Kementerian Agama (Kemenag) untuk menuntaskan kekisruhan visa jemaah haji paling telat kemarin, belum dapat diwujudkan.
Hal tersebut terungkap saat delegasi Komisi VIII DPR melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag di Jakarta, kemarin.
"Kami ingin memastikan apa yang disampaikan Menag saat bertemu dengan DPR apakah sama dengan di lapangan. Jadi, Menag menyampaikan masalah visa ini dapat diselesaikan dengan baik. Ternyata setelah kami datang ke sini, masih ada 1.111 yang masih belum selesai visanya. Tentu kami perihatin," kata Ketua Komisi VIII DPR Saleh Daulay seusai sidak di Gedung Siskohat Kemenag, kemarin.
Menurut Saleh, Siskohat Kemenag masih perlu disempurnakan karena antara data di Indonesia dan e-hajj di Arab Saudi belum terkoneksi dengan baik.
Menurut dia, e-hajj tidak salah.
Justru pemerintah Arab Saudi memberikan kemudahan kepada Indonesia, yakni e-hajj tidak harus ditetapkan penuh. Karena itu, ada percepatan dalam pengurusan visa.
"Tentu evaluasi kami hal ini jangan sampai terulang lagi. Jika perlu, kita sediakan payung hukumnya," ujar Saleh.
Bukan hanya di Siskohat. Di sejumlah daerah dilaporkan data mengenai jemaah haji yang belum mendapatkan visa ternyata berjumlah jauh lebih banyak daripada yang ditemukan di Siskohat.
Kabag Humas Kanwil Kemenag Kalsel Hidayat mengungkapkan hingga kemarin dari 3.042 jemaah haji asal Kalsel, baru 1.773 yang visanya telah siap.
"Dengan demikian, masih tersisa 1.269 jemaah yang belum memperoleh visa."
Dari embarkasi Adi Soemarmo Surakarta juga dilaporkan, pemberangkatan ratusan jemaah haji kembali tertunda akibat visa mereka belum siap.
Mereka untuk sementara dikumpulkan di Blok A Gedung Makkah Embarkasi Donohudan.
Dari Pangkalpinang dilaporkan, satu dari 733 orang jemaah haji asal wilayah itu belum mendapatkan visa.
Sementara itu, visa seluruh 1.650 jemaah haji asal Kabupaten Sidoarjo dilaporkan sudah selesai dan seluruh jemaah haji siap diberangkatkan ke Tanah Suci mulai besok. Namun, dua di antaranya batal berangkat karena meninggal.
Menag Lukman Hakim Saifuddin mengakui, hingga kemarin, masih ditemukan berbagai kasus keterlambatan visa.
Ia menyatakan telah menghubungi Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, kemarin, bersama Dirjen Penyelenggaraan Haji Abdul Djamil.
"Kami berterima kasih atas kerja sama yang baik dengan Kedubes Arab Saudi untuk menyelesaikan masalah visa calhaj Indonesia," kata Lukman.
Ia mengakui adanya perbedaan kualitas SDM Siskohat. Sebagian sudah ahli, sedangkan sebagian lainnya kurang ahli.
"Intinya ini masalah teknis, terjadi kemungkinan Siskohat keliru meng-input data jemaah sehingga tidak semua data terbaca dengan baik," cetusnya. "Ya kita akan secepat-cepatnya menuntaskan. Tentu ada hikmah di balik masalah ini."
Di lain sisi, sebelumnya, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengingatkan jemaah haji asal Indonesia agar menjaga kesehatan demi mencegah tertular oleh virus middle east respiratory syndrome (MERS) coronavirus (Cov) saat berada di Tanah Suci.
(DY/FR/RF/Ant/X-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved