Kuota Bidikmisi Ditambah

MI
13/9/2016 08:50
Kuota Bidikmisi Ditambah
()

PEMERINTAH telah menambah kuota penerima beasiswa Bidikmisi. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Intan Ahmad mengatakan ada penambahan sebanyak 15 ribu kuota dari sebelumnya 60.000 penerima untuk tahun ini. "Total 75.000 kuota. Untuk program diploma dan sarjana," ujarnya, kemarin (Senin, 12/9).

Kouta tersebut pada prinsipnya difokuskan untuk wilayah Indonesia bagian timur. "Kami memberikan perhatian untuk Indonesia timur. Walaupun Bidikmisi sebenarnya berlaku nasional, misalnya anak dari daerah Irian bisa berkuliah di Universitas Padjajaran, Jawa Barat, dan sebaliknya," tuturnya.

Penambahan kuota Bidikmisi itu sebagai kabar yang menggembirakan di tengah adanya kabar tentang pemotongan anggaran yang ada di seluruh kementerian.

Menurut Intan, program yang diprioritaskan ialah bidang-bidang ilmu yang diperlukan dalam pembangunan seperti teknik, ilmu kesehatan, pertanian, hayati, dan lainnya. Dia pun mengimbau agar perguruan tinggi memprioritaskan bidang keilmuan tersebut untuk beasiswa Bidikmisi.

Pemerintah, imbuhnya, terus mengupayakan penambahan kuota. Tahun ini yang mendaftar Bidikmisi untuk PTN baru melalui jalur SNMPTN sebanyak 14.646 dan pendaftar program beasiswa Bidikmisi lain di jalur SNMPTN sebanyak 124.395. Jalur lain yang memungkinkan ialah melalui mandiri.

"Tapi, kami belum memiliki data," ujar Intan. Adapun, alokasi beasiswa Bidikmisi untuk PTS sebanyak 10.000 dan disalurkan melalui koordinator Kopertis I sampai XIV.

Saat ini uang saku bagi penerima beasiswa Bidikmisi Rp600 ribu per bulan dan Rp2,4 juta untuk biaya pendidikan per semester, baik pendidikan diploma ataupun strata satu.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir sebelumnya menyebutkan besaran beasiswa Bidikmisi bagi mahasiswa berprestasi yang kurang mampu secara ekonomi perlu dikaji kembali.

Besaran Rp600.000 per bulan, menurut Menristek, perlu ditambah dengan alasan kebutuhan hidup di tiap-tiap daerah ada yang lebih dari jumlah tersebut.

Dia berharap hal itu bisa direalisasi dengan melibatkan pemerintah daerah asal mahasiswa penerima beasiswa. Dengan adanya penambahan, beasiswa yang diberikan benar-benar dapat mengurangi beban biaya mahasiswa.(Ind/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya