Pembangunan Jaya Luncurkan Film Maestro

MI
13/9/2016 08:40
Pembangunan Jaya Luncurkan Film Maestro
(Presiden Universitas Pembangunan Jaya sekaligus Ketua Panitia HUT Ke-55 PT Pembangunan Jaya Edmund Sutisna (tengah) berbincang dengan sineas Riri Riza (kiri) dan Mira Lesmana saat peluncuran film Maestro Indonesia---Dok.Pembangunan Jaya)

PT Pembangunan Jaya (Jaya) meluncurkan dua seri film dokumenter berjudul Maestro Indonesia di Piknik Sinema Bintaro Jaya Xchange Mall, pada Sabtu (10/9).

Film tersebut mengangkat kisah tokoh-tokoh Indonesia yang membangkitkan semangat dan inspirasi yang dikemas secara apik oleh Mira Lesmana selaku produser, Riri Riza (sutradara), dan Nicholas Saputra (narator). Dua film tersebut menceritakan sejarah tentang Soejoedi Wiryoatmadja dan Chairil Anwar.

Peluncuran film itu merupakan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-55 PT Pembangunan Jaya. "Sebagai puncak perayaan ulang tahun ke-55, kami dengan bangga meluncurkan film Maestro Indonesia yang dipersembahkan untuk seluruh generasi muda penerus bangsa Indonesia," ungkap Presiden Universitas Pembangunan Jaya Edmund Sutisna selaku Ketua Panitia HUT Ke-55 Jaya.

Menurut Edmund, alasan dipilihnya dua tokoh legendaris bidang arsitek dan kesusastraan itu ialah mereka menunjukkan sikap dan karya yang penuh inovasi, kerja keras, memiliki kepedulian sosial, kejujuran, dan kepatuhan.

"Nilai budaya itulah yang menjadi inspirasi kami dan diharapkan dapat juga menginspirasi para generasi muda bangsa ini untuk terus berkarya membangun Indonesia," tutur Edmund.

Ia menjelaskan film Maestro Indonesia yang direncanakan memiliki lima seri tersebut dibuat untuk menyasar anak-anak muda dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Karena itu, Pembangunan Jaya memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan semangat dan inspirasi positif. "Kami ingin seluruh masyarakat Indonesia dapat menontonnya melalui akses digital, di mana pun dan kapan pun."

Mira Lesmana menambahkan keunikan film itu ialah penonton tidak akan melihat film dokumenter yang hanya menampilkan gambar atau foto sejarah.

Film itu benar-benar dikemas dengan audio-visual yang menggugah minat anak muda untuk menonton. Proses pembuatan film itu membutuhkan waktu sekitar dua tahun karena melalui proses kurasi dan desain konsep film. (Ria/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya