Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH Presiden Joko Widodo yang terjun langsung mengupayakan tambahan kuota haji Indonesia patut diapresiasi mengingat panjangnya masa tunggu di Indonesia yang sudah mencapai 20 tahun. Untuk pemberangkatan jemaah haji Indonesia ke depan, terobosan yang lebih baik masih perlu dipikirkan.
"Kami sangat mengapresiasi Presiden Jokowi yang mendengar aspirasi masyarakat melalui MPR dan DPR untuk mencari tambahan kuota haji di samping yang telah dijanjikan pemerintah Arab Saudi sebesar 10 ribu kuota yang akan direalisasikan pada 2017. Presiden juga mencari tambahan kuota dari negara lain yang sisa kuotanya lebih seperti Filipina," papar Ketua Poksi Fraksi NasDem Komisi VIII DPR KH Choirul Muna, kemarin (Senin, 12/9).
Choirul berharap mekanisme proses penambahan kuota yang didapat dari negara lain harus jelas dan tidak bertele-tele. Jika memungkinkan, kata dia, saat Presiden Jokowi akan menerima kunjungan Raja Arab Saudi ke lndonesia, penambahan kuota haji bisa lebih dari 10 ribu.
"Jika perlu minta dikembalikan menjadi 211 ribu kuota mengingat pembangunan dan renovasi Masjidil Haram segera tuntas," tandasnya.
Irjen Kemenag M Jasin mengatakan Kemenag melalui menteri agama maupun dirjen haji sejak tahun lalu terus berusaha meminta tambahan kuota haji kepada pemerintah Saudi.
Langkah konkret penambahan kuota tersebut, menurutnya, akan ditindaklanjuti Kemenag dengan Menteri Haji Arab Saudi dan Muasasah Arab Saudi. "Sebab penambahan kuota memerlukan pengaturan dan manajemen yang baik," ujar M Jasin.
Prosesi Mina
Seluruh jemaah haji pada Minggu (11/9) melaksanakan wukuf di Arafah. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Ahda Barori yang sedang bertugas di Tanah Suci menyatakan secara umum prosesi wukuf berjalan lancar. "Saat ini jemaah sudah berada di Mina untuk melakukan prosesi melontar jumrah," kata Ahda, kemarin.
Terkait dengan prosesi melontar jumrah selama tiga hingga empat hari, Ahda menyarankan jemaah tidak beraktivitas di luar kegiatan mabit, misalnya saling kunjung di lain maktab, karena berpotensi tersesat dan menguras energi.
"Jadi kiatnya, banyak berzikir dan doa di kemah masing-masing serta melontar jumrah sesuai dengan jadwal yang telah disosialisasikan muasasah. Istirahat yang cukup dan perbanyak minum air putih," tukasnya.
Di Tanah Air, kemarin, mayoritas umat Islam melaksanaan salat Idul Adha di halaman masjid dan tanah lapang. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Asrorun Niam Sholeh, saat menjadi khatib pada salat Idul Adha, mengajak umat meneladani Nabi Ibrahim dalam membina keluarga, terutama dalam memperlakukan anak.
"Kisah Ibrahim memberikan keteladanan kepada kita pentingnya mendengar pendapat anak. Cara komunikasi orangtua dengan anak dibangun dengan cara dialogis dan memandang anak sebagai makhluk unik yang memiliki rasa serta pandangan," kata Niam di Masjid Jami' al-Hidayah Pamulang, Tangerang Selatan.
Niam menambahkan pelajaran terpenting dari ibadah kurban antara lain bagaimana mendudukkan kecintaan kepada dunia, harta, dan anak secara proporsional, seimbang antara cinta dan tanggung jawab.(H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved