SAAT ditemukan pada 18 Februari 1930 oleh Clyde William Tombaugh, astronom muda di Observatorium Lowell, Pluto diangkat menjadi salah satu anggota tata surya dengan jarak terjauh dari Matahari.
Pluto memiliki diameter 4.862 km dengan massa 0,002 massa Bumi. Dengan orbit memanjangnya yang aneh, Pluto disebut memiliki perilaku yang lebih mirip objek Sabuk Kuiper (bagian dari objek-objek kecil trans-Neptunus) daripada sebuah planet. Orbitnya yang berbentuk elips tumpang-tindih dengan orbit Neptunus dan terhadap Matahari juga terlalu melengkung jika dibandingkan dengan delapan planet lain.
Ukuran Pluto juga kecil sehingga dianggap terlalu prematur untuk disebut planet. Akhirnya, dalam sebuah pertemuan Persatuan Astronomi Internasional pada 24 Agustus 2006, 3.000 ilmuwan memutuskan untuk mengubah status Pluto menjadi 'planet kerdil'. (24 Agustus/BBC/History/Dok.MI)