Pastikan Implementasi Visa Haji Gratis

Puput Mutiara
08/9/2016 08:05
Pastikan Implementasi Visa Haji Gratis
(ANTARA/Suryanto)

KEBIJAKAN baru pemerintah Arab Saudi yang akan menggratiskan biaya penerbitan visa bagi mereka yang akan menjalani ibadah haji untuk pertama kali harus ditindaklanjuti pemerintah. Tujuannya agar fasilitas itu benar-benar dinikmati masyarakat calon jemaah haji.

"Selama ini tarif pembuat-an visa haji beragam. Misalnya saja ada yang langsung melalui travel atau menggunakan jasa provider visa dengan tarif sekitar US$70. Kalau itu digratiskan, pemerintah kita harus bisa memastikan supaya pada praktiknya nanti memang benar-benar gratis sesuai kebijakan Arab Saudi," ujar Ketua Umum Rabithah Haji Indonesia, Ade Marfuddin, saat dihubungi kemarin (Rabu, 7/9).

Terkait dengan biaya visa haji baru bagi mereka yang yang sudah pernah berhaji, yang dinaikkan menjadi 2.000 riyal (senilai Rp6,9 juta), menurut Ade juga akan berdampak positif bagi penertiban proses pembuatan visa haji karena biayanya sudah jelas.

Penaikan biaya visa tersebut juga diperkirakan bisa mengurangi antrean calon jemaah haji karena masyarakat yang akan kembali berhaji untuk kesekian kalinya diprediksi bakal berpikir ulang karena mahalnya biaya visa tersebut.

"Kalau diterapkan kepada yang baru, mau berhaji tentu akan sangat memberatkan. Tapi kalau tujuannya untuk membatasi kepergian mereka yang sudah berkali-kali berhaji, ini sesuatu yang positif," kata Maman Imanulhaq, anggota Komisi VIII DPR.

Menurut Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid, kebijakan baru tersebut tidak berdampak signifikan terhadap antrean calon jemaah. Pasalnya, jumlah mereka yang sudah berhaji lebih dari sekali hanya sekitar 2% dari total kuota haji Indonesia.

"Tapi paling tidak lumayan untuk jangka panjang. Asalkan pemerintah Arab Saudi bisa komitmen," pungkasnya.

Awal bulan lalu, Sidang Kabinet Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memutuskan harga baru visa masuk. Penetapan penaikan itu diambil atas rekomendasi Kementerian Keuangan dan Kementerian Ekonomi dan Perencanaan Arab Saudi untuk meningkatkan pendapatan negara itu dari luar sektor perminyakan.(Mut/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya